Pertuni: Angka Kebutaan Karena Katarak di Indonesia Sangat Tinggi

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

285

JAKARTA — Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), Aria Indrawati menyebutkan, angka kebutaan karena katarak di Indonesia sangat tinggi. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, Kurang lebih 1,5 persen dari jumlah penduduk mengalami kebutaan.

“Kemungkinan sekarang lebih dari itu,” sebutnya dalam bakti sosial berupa Operasi Katarak Gratis yang diselenggarakan dalam rangka HUT Jakarta Eye Center (JEC) ke-34, Sabtu (24/3/2018).

Kegiatan tersebut diselenggarakan atas kerjasama dari Pertuni, Yayasan Damandiri dan Jakarta Eye Center.

“Alhamdulillah, saya berbahagia karena pada hari ini kita Pertuni dan Yayasan Damandiri bisa mengadakan acara bakti sosial berupa Operasi Katarak Gratis untuk mereka yang membutuhkan,“ katanya saat memberikan kata sambutan dalam kegiatan yang diadakan di RS Mata Jakarta Eye Center (JEC), Jl. Terusan Arjuna Utara No. 1, Kedoya, Jakarta Barat.

Ia mengatakan, angka 1,5 persen tersebut sangat mengkhawatirkan. Diperkirakan setiap empat detik ada orang kehilangan penglihatannya dikarenakan katarak.

Disebutkan juga, untuk menekan angka tersebut, perlu kerja sama dari berbagai pihak. Pekerjaan seperti ini tidak bisa dilakukan sendiri, bahkan pemerintah pun tidak bisa melakukan sendiri.

“Maka kita dari berbagai elemen masyarakat bersatu untuk mengatasi masalah kritis yang dihadapi negara ini,“ ungkapnya.

Aria berharap kerja sama dengan Yayasan Damandiri dan JEC bisa terus berkelanjutan.

Ketua Umum Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Aria Indrawati (Foto Akhmad Sekhu)
Ketua Umum Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Aria Indrawati (Foto Akhmad Sekhu)

“Tidak hanya menjangkau mereka yang mengalami di Jakarta, tapi juga di daerah-daerah sekitar Jakarta sehingga akan lebih banyak mereka yang membutuhkan dapat tertolong,“ harapnya.

Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih terhadap Yayasan Damandiri yang konsisten dalam kegiatan sosial tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih pada Yayasan Damandiri yang selama ini terus konsisten bekerja dan membantu pembiayaan berbagai kegiatan, salah satu di antaranya bakti sosial operasi katarak gratis ini,“ ujarnya.

“Dengan kegiatan bakti sosial ini artinya kita melanjutkan amanah dari Prof. DR. Iswantoro yang sudah dirintis bersama Bob Hasan sekian puluh tahun yang lalu,“ tegasnya.

Baca Juga
Lihat juga...