Perusda Balikpapan Sumbang PAD Rp10 Miliar

Editor: Koko Triarko

449

BALIKPAPAN  — Perusahaan Daerah (Perusda) Kota Balikpapan, menyatakan telah berkontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp10 miliar sepanjang 2013 hingga 2016. Bahkan diyakini, tahun ini kontribusi perusda terhadap PAD akan bertumbuh. 

Optimisnya pertumbuhan laba perusda itu menyusul pada tahun ini program kemudahan langsung investasi konstruksi (KLIK) mulai berjalan, yang diluncurkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2017.

Balikpapan salah satu daerah yang masuk program KLIK, khususnya Kawasan Industri Kariangau (KIK) dengan luas area 140 hektare yang dimiliki Pemerintah Kota Balikpapan.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Balikpapan, Purbawidjaya. –Foto: Ferry Cahyanti

“Prosesnya kita membangun kawasan industri ini, di mana sudah diproses penyertaan modal dari pemerintah kota ke perusda. Kawasan yang masuk program KLIK itu langsung dari BKPM pusat. Jadi, perusda yang sediakan atau yang fasilitas untuk KIK artinya satu pintu,” kata Direktur Utama Perusda Balikpapan, Purbawidjaya, Kamis (15/2/2018).

Selanjutnya, investor yang ingin membangun konstruksi di KIK dapat melalui perusda, karena sebagai perusahaan daerah yang ditunjuk oleh pemkot, maka pihaknya telah memiliki dokumen legal sesuai internal administrasi.

“Pembangunan depo kontainer ini bagian dari pengembangan kawasan industri karingau. Ada 6 hektare yang dikerjasamakan dengan Pelindo dengan sistem Join Operation (JO), tinggal nanti lihat hasilnya dan akan terlihat di tahun kedua,” tandasnya.

Menyinggung kontribusi perusda kepada Pendapatan Asli Daerah, Purbawidjaya mengaku telah berkontribusi untuk PAD sepanjang 2013 hingga 2016 sekitar Rp10 miliar.

“Ditanya sektor apa? Ya, kan perusda semua bidang usaha ada. Dari transportasi, properti, jargas hingga sekarang ini ke depo kontainer. Kalau bicara bus, kita bisa rugi dan untung, artinya untung bisa mengangkut siswa yang jauh ke sekolah. Tidak untung juga tidak rugi, tapi benefitnya yang dilihat. Seperti jargas sekarang masyarakat tidak antre beli gas, tinggal menyalakan bisa gunakan bahan bakar memasak,” beber pria pensiunan PNS Pemkot Balikpapan.

Dia berharap, dengan menambah sektor usaha kepelabuhan akan menambah pendapatan sekaligus meningkatkan kontribusi perusda ke PAD kota Balikpapan.

“Tahun ini harapannya depo kontainer bisa mendongkrak perolehan untuk kontribusi ke PAD. Tahun kedua akan terlihat, karena kerja sama yang bangun join operation. Manajemennya dari depo ini orang Pelindo ada, perusda juga ada,” ujarnya.

Untuk diketahui, di kawasan industri Kariangau terdapat tiga kepemilikan lahan, yaitu Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Pemerintah Kota Balikpapan dan swasta.

Terpisah, Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, mengatakan lahan yang dimiliki pemerintah kota akan dipercepat dalam proses sertifikat lahannya, agar dalam pengembangan industri di kawasan tersebut dapat berjalan.

“Lahan yang punya pemkot ini masuk program KLIK, jadi kita harus percepat proses sertifikat lahan. Kami juga sudah koordinasi dengan BPN untuk lahan, karena program KLIK ada kemudahan bagi investor untuk pengembangan kawasan,” tukasnya.

Disebutkan Rizal, tantangan terbesar untuk kawasan industri Kariangau adalah menyelesaikan persoalan lahan. “Pemerintah tidak gampang menyelesaikan persoalan ini. Memang, di mana ada nilai ekonominya tinggi akan diburu lahannya. Saya menyadari betul, ada investor yang mengalami itu terkendala soal lahan. Persoalan tanah ini mumet (pusing), membebaskan lahan itu tidak gampang dan ini jadi tantangan kita,” imbuhnya.

Baca Juga
Lihat juga...