Pesanan Pembuatan Kue di Lamsel Meningkat Saat Hari Valentine

Editor: Irvan Syafari

206

LAMPUNG — Peringatan hari Valentine yang dirayakan setiap 14 Februari memberikan dampak bagi usaha kecil pembuatan kue.

Menurut Upik (23) salah satu pemilik usaha kue Jaya Bakery Bread and Pastry meski tak signifikan dibanding hari biasa, permintaan kue meningkat. Pada hari Valentine permintaan akan kue didominasi dari anak anak muda.

Sejumlah konsumen yang memesan sejak tiga hari sebelumnya kerap memesan kue jenis blackforest, tarcis, roti, muffins serta kue kue didominasi coklat.

Meski tidak secara khusus menyiapkan coklat batangan, ia menyebut sebagian anak muda kerap membeli kue sebagai pelengkap. Puluhan varian kue yang disediakan secara khusus bahkan sudah tersedia di lemari pendingin bagi pelanggan yang membutuhkan kue dalam waktu cepat.

“Hari valentine memang dirayakan oleh sebagian orang dan kerap dimanfaatkan untuk memberi perhatian kepada sahabat serta orang terkasih wujudnya berupa kue berbahan coklat,” terang Upik pemilik usaha penjualan kue Jaya Bakery Cake Bread and Pastry di Dusun Siring Itik Desa Bakauheni saat ditemui Cendana News, Rabu (14/2/2018)

Namun ungkap Upik, permintaan kue berbahan coklat diakui Upik pada hari Valentine masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan permintaan kue saat peringatan Hari Ibu 22 Desember dan tahun baru.

Pada hari valentine permintaan kue ulang tahun yang dikombinasikan dengan kue kue coklat disebutnya hanya berjumlah belasan.

Sementara saat Hari Ibu jumlah pesanan mencapai puluhan kue ditujukan kepada ibu kandung, sebagian kepada para guru di sekolah dan lembaga lain.

Tren permintaan kue berbahan coklat diakuinya ikut terpengaruh media sosial dalam suatu peringatan atau hari khusus. Melalui media sosial Instagram dan Facebook ia menyebut permintaan kue meningkat saat hari ibu lebih tinggi dibandingkan dengan hari valentine.

Pemesan bahkan didominasi oleh masyarakat umum dan sebagian pelajar sekolah yang secara komunal per kelas memesan kue untuk pengajar wanita.

Kue kue berbahan coklat tersebut diakui Upik dijual dengan harga mulai Rp5.000 untuk jenis pancake, cup cake. Sementara jenis kue ulang tahun berbagai ukuran dijual dengan harga Rp60.000 hingga maksimal Rp200.000 menyesuaikan ukuran.

Beberapa kue yang disesuaikan dengan keinginan pelanggan bahkan bisa dipesan menyesuaikan tema yang dipilih.

“Biasanya pemesan kue memilih sesuai tema atau keinginan sehingga harus memesan minimal satu hari sebelumnya,” ungkapnya.

Juwita, salah satu pelanggan kue coklat menyebut sengaja membeli kue untuk ulang tahun berbarengan dengan hari valentine sebagai bentuk ungkapan kasih sayang.

Meski bagi sebagian orang hari Valentine tidak dirayakan, ia mengaku momen spesial tersebut menjadi saat istimewa untuk berbagi.

Menurut Juwita bentuk ungkapan kasih sayang melalui kue tersebut diakuinya mengikuti tren kekinian melalui media sosial.

Pemilik kedai Ala Ala Cafe Maiya Sukardi, mengungkapkan permintaan akan kue berbahan coklat dan merayakan hari Valentine membuat kedai miliknya mengalami kenaikan jumlah pengunjung.

Ungkapan kasih sayang disebut Maiya Sukardi bahkan dilakukan oleh remaja usia sekolah dengan menikmati kue kue yang disediakan di kedai miliknya.

“Kami menyediakan minuman berbahan coklat, susu dan stroberi yang kerap disukai remaja saat merayakan valentine,” terang Maiya Sukardi.

Peningkatan omzet dibandingkan hari biasa disebutnya ikut terdongkrak dengan tren hari hari khusus didukung oleh media sosial.

Ungkapan kasih sayang dengan kebersamaan melalui kue berbahan coklat yang disediakan oleh kedai Ala Ala Cafe disebutnya ikut memberi tambahan penghasilan bagi usaha kecil yang ditekuninya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.