PLN Segera Operasikan 17 Mesin PLTD Perkuat Kelistrikan di Melak

Editor: Koko Triarko

442

BALIKPAPAN — PLN terus berkomitmen memperkuat sistem kelistrikan di daerah terpencil, salah satunya dengan mendatangkan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 17 x 1 Megawatt untuk masyarakat Melak, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Bahkan hari ini, Jumat (23/2/2018) dari 17 mesin tersebut sudah on site dan sebagian telah beroperasi.

General Manager PLN Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra), Riza Novianto Gustam, menjelaskan, tambahan mesin pembangkit ini untuk meningkatkan pelayanan PLN kepada pelanggan, khususnya masyarakat di Melak, sekaligus merupakan komitmen PLN  memperkuat sistem kelistrikan di daerah terpencil.

“Tambahan mesin pembangkit ini tentunya akan meningkatkan pelayanan kami terhadap pelanggan di Melak. Dengan adanya tambahan daya, kami estimasikan dapat melayani pelanggan baru hingga 10.000  pelanggan di sini,” terangnya Jumat, (23/2/2018).

Menurutnya, dari tujuh belas mesin tersebut, delapan unit di antaranya telah beroperasi dan sinkron dengan sistem kelistrikan yang sudah ada. “Mulai pertengahan Februari, pembangkit baru ini sudah sinkron dengan sistem. Saat ini, delapan sudah beroperasi, sementara sembilan sisanya sedang dalam proses perakitan. Kami siapkan instalasi panel, kabel juga instalasi pipa BBM-nya. Kita sama-sama berharap dalam satu bulan ke depan, sudah bisa beroperasi maksimal”, beber Riza.

Berjalan dengan skema isolated, sistem kelistrikan Melak memiliki daya mampu 19,2 MW dengan beban puncak berkisar 11.5 MW. Melayani sejumlah 30.000 pelanggan, pasokan listrik Melak selama ini disuplai oleh PLTD Sendawar yang berlokasi di Desa Sendawar, Kutai Barat. Dengan bertambahnya tujuh belas unit mesin baru, sistem Melak dipastikan memiliki daya yang cukup.

Riza mengatakan, setelah ketujuh belas mesin tersebut beroperasi, pihaknya akan memindahkan mesin PLTD existing dari Melak ke daerah lain yang masih membutuhkan pasokan daya tambahan.

“Ada satu unit mesin milik pemerintah daerah dengan total daya 500 KW, rencananya akan kita relokasi ke Long Iram untuk menambah jam operasi di sana menjadi 24 jam. Begitu juga dengan mesin PLTD milik PLN lainnya, dua unit berkapasitas 2 x 500 KW akan kami standby-kan di Samarinda untuk mobile genset, dan unit lainnya akan kita pindahkan ke daerah-daerah yang masih memerlukan tambahan pasokan listrik”, jelasnya.

Seperti halnya pengerjaan proyek di lokasi terpencil lainnya, Riza menuturkan, bahwa tantangan dalam penyelesaian  proyek listrik di daerah terpencil adalah medan yang cukup berat. Ketujuh belas mesin ini dikirim lewat jalur laut, berpindah melewati jalur sungai untuk bersandar di dermaga pelabuhan Melak, hingga diangkut dengan jalur darat untuk diletakkan di PLTD Sendawar.

“Sejalan dengan komitmen kami untuk melistriki sampai ke ujung Nusantara, kami akan terus berupaya untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat Indonesia, Kalimantan khususnya. PLN terus berbenah dan berkomitmen untuk mewujudkan Kalimantan benderang. Mohon dukungan dari seluruh pihak, agar workplan dan proyek-proyek pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan di Kalimantan senantiasa berjalan lancar,” tutup Riza.

Baca Juga
Lihat juga...