Polda Metro Tanggapi Kepulangan Novel Baswedan

Editor: Koko Triarko

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi, Raden Prabowo Argo Yuwono.- Foto: Dokumen CDN

JAKARTA — Kasus penyiraman air keras terhadap Penyidik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Novel Baswedan, hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah bagi penyidik kepolisian Polda Metro Jaya.

Kasus yang sudah sembilan bulan ditangani polisi, tapi belum juga terungkap pelakunya, meski sudah beberapa orang yang diduga pelaku telah diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya. Namun, sebagian oknum itu disimpulkan tidak terlibat.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, mengaku kesulitan untuk memeriksa CCTV yang berada di radius 500 meter kediaman Novel Baswedan.

“Hasil CCTV setelah kita cek kita lihat ternyata tidak jelas. Kita juga minta bantu Australia, tapi belum ada hasil,” ujar Argo di Mapolda Metro, Jakarta Selatan, Kamis, (22/8/2018).

Menurut Argo, kedatangan Novel di Indonesia, akan lebih memudahkan bagi penyidik kepolisian untuk meminta keterangan terkait insiden penyiraman air keras di Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017, itu.

“Sehingga nanti lebih baik, kalau misalnya ada informasi yang kira-kira dibutuhkan oleh penyidik dari Pak Novel kan lebih mudah,” tuturnya.

Argo menegaskan, polisi tidak tinggal diam, bahkan 167 penyidik Polri sudah dikerahkan untuk mengungkap dan menindaklanjuti kasus tersebut.

Novel Baswedan hari ini telah tiba di tanah air, sambil menunggu operasi tahap kedua yang direncanakan pada April 2018, mendatang.

“Jika informasi yang masih belum disampaikan dan akan disampaikan dari Pak Novel, ya nanti kita akan panggil beliau,” pungkas Argo.

Lihat juga...