POLRI Ungkap Penyelundupan Narkoba Jaringan Malaysia

Editor: Koko Triarko

JAKARTA — Tim Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Mabes Polri dan Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) berhasil mengungkap penyelundupan narkotika jaringan Malaysia -Indonesia.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian, mengapresiasi kinerja Satgassus yang dipimpin Kabareskrim Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto, yang tekun memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

“Penangkapan ini karena kita bekerja sama dengan Kepolisian Malaysia, setelah mengetahui ada barang itu akan masuk ke Jakarta, maka kami melakukan penyelidikan di lapangan, sehingga kita mampu menangkap empat tersangka,” kata Tito, di Gedung Promoter, Polda Metro, Jakarta Selatan, Senin, (12/2/2018).

Dari empat tersangka, tiga di antaranya warga negara Indonesia, yakni Joni, Andi dan Indrawan. Sementara satu orang lainnya berwarga negara asing. Mereka ditangkap di kompleks pergudangan Dadap Jaya, kecamatan Kosambi, Kota Tangerang pada Minggu 4 Februari 2018, sekitar pukul 21.00WIB.

“Lim Toh Hing alias Onglay adalah warga negara Malaysia, dia kami tindak tegas, karena mencoba melawan polisi,” kata Tito.

Tito menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, jaringan peredaran narkoba yang dikendalikan tersangka Lim Toh Hing itu telah enam kali menyelundupkan narkoba dengan modus yang sama, yaitu menggunakan mesin cuci yang dikamuflase untuk mengelabuhi petugas.

Di tempat penangkapan, kata Tito, Tim Gabungan mengamankan 12 buah mesin cuci yang di dalamnya terdapat 228 bungkus plastik berisi kristal Methamphetamine (Sabu) seberat 239.785 Kilogram dan 6 bungkus plastik berisi Tablet MDMA atau ekstasi sebanyak 30.000 butir. “Jadi, modus ini relatif baru, karena menggunakan mesin cuci,” tutur Tito.

Kendati demikian, lanjut Tito, Polri akan terus melanjutkan upaya-upaya untuk memerangi narkoba secara intensif bersama jajaran TNI AL, BNN dan BAKAMLA. Sebab, Indonesia dijadikan market points atau sasaran utama bandar internasional untuk menyuplai narkotika.

Selain itu, Polri juga akan mendukung upaya pencegahan, karena jangan hanya dilakukan penindakan terhadap pengedar, tapi langkah pencegahan dalam kejahatan narkoba itu juga perlu ditingkatkan.

“Kita terus rapatkan barisan baik dalam pencegahan, penindakan tegas maupun rehabilitasi bagi para pemakai di Indonesia,” Imbuhnya.

Hingga saat ini, Tim Satgassus Mabes Polri dan Polda Metro Jaya masih melakukan pengejaran terhadap beberapa orang pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan narkoba di Indonesia tersebut, termasuk berkoodinasi dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) yang berkaitan dengan DPO di Malaysia.

“Sekali lagi, saya perintahkan Bandar Narkoba khusus Warga Negara Asing, kalau melawan, tembak mati. Itu perintah saya,” tegas Tito.

Para tersangka dijerat Primer pasal 114 ayat 2 junco pasal 132 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan Ancaman 20 tahun Penjara.

Lihat juga...