hut

Proses Hukum OTT Kades Habi, Bakal Ikut Seret Kepala Desa Lain di Sikka

Editor: Irvan Syafari

MAUMERE —– Proses hukum yang sedang berlangsung terhadap tersangaka Maria Nona Murni selaku Kepala Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka dipastikan bakal menyeret kepala desa lainnya.

Sejumlah kepala desa diduga juga memberlakukan pungutan tersebut, terkait pengurusan sertifikat tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang diadakan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Sikka.

“Proses hukum yang sedang berlangsung terhadap klien kami di Polres Sikka itupun dipastikan bakal ikut menyeret puluhan kepala desa lainnya di Kabupaten Sikka untuk segera ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Meridian Dewanta Dado,SH kuasa hukum tersangka Kamis (8/2/2018).

Penyebabnya kata Meridian, kepala desa lainnuya pun rata-rata memberlakukan mekanisme pungutan uang dengan jumlah bervariasi kepada para pemilik tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau PRONA tahun anggaran 2017.

“Sesuai surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agraria dan Tata Ruang / Kepala Badan Pertanahan Nasional. Republik Indonesia, Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia tentang Pembiayaan Persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis maka Bupati diperintahkan untuk menganggarkan biayanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Untuk mengurus pembuatan sertifikat tanah dalam program nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), warga Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka mengaku menyerahkan uang sebesar 300 ribu rupiah.

“Saya membayar 300 ribu rupiah dan tidak dipaksa untuk pembuatan sertifikat satu bidang tanah dengan luas lahan 145 meter persegi yang hari ini sertifikatnya sudah saya terima,” ujar Siti Sarlita, Rabu (7/2/2018).

Saat ditanyai Cendana News Siti memang uang tersebut diserahkan kepada pemerintah desa Watumilok sebagai syarat pembuatan satu buah sertifikat tanah yang dimilikinya.

“Saya mulai mengajukan permohonan sekitar 7 bulan yang lalu dan saya senang setelah hari ini mendapatkan sertifikat ini.Saya akan menggunakan sertifikat ini untuk menjadi jaminan pinjam uang di bank untuk modal usaha,” tegasnya.

Hampir semua warga Watumilok lainnya yang menerima sertifikat tanah dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) saat ditanyai Cendana News Rabu (7/2/2018) usai penyerahan sertifikat tanah mengakui memang menyerahkan uang sebesar 300 ribu rupiah sebagai biaya pembuatan sertifikat.

Lihat juga...

Mersin escort

»

bodrumescort.asia

»

Escort Adana bayan

»

Mersin türbanlı escort Sevil

»

Mersinde bulunan escort kızlar

»

storebursa.com

»

maltepeescort.org

»

Kayseri elit eskort

»

Eskişehir sınırsız escort

»

Eskişehirde bulunan escort kızlar

»

samsuni.net

»

Escort Adana kızları

»

eskisehir eskort

»

adana eve gelen escort

»

adana escort twitter

»

adana beyazevler escort

»

http://www.mersinindex.com

»

pubg mobile hileleri

»

Nulled themes

»

www.ankarabugun.org

»

www.canlitvtr.net

»

escort izmir

» www.escortantalyali.com