REI Bali Dorong Penurunan Bunga Properti Komersial

Ilustrasi. Dokumentasi CDN

DENPASAR  – Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Bali mendorong penurunan suku bunga untuk segmentasi properti komersial agar dapat menggerakkan daya beli masyarakat yang saat ini diklaim menurun.

“Penurunan daya beli terjadi sejak 2011 dan bahkan mencapai 60 persen tahun lalu,” kata Ketua DPD REI Bali, Pande Agus Permana Widura di Denpasar, Senin.

Agus menyebut, menurunnya daya beli masyarakat untuk properti komersial salah satunya didorong suku bunga yang masih tinggi berkisar 12-13 persen.

Selain itu, perkembangan ekonomi global turut memicu kelesuan bisnis sehingga menahan masyarakat membangun properti komersial sebagai sarana investasi.

Sehingga, lanjut dia, sebagian besar peminat properti saat ini merupakan kalangan yang baru pertama kali memiliki rumah dan tidak menyasar investasi.

Konsumen tersebut, ucap Agus, juga lebih banyak menyasar segmentasi properti terjangkau atau subsidi dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan atau FLPP dibandingkan menyasar properti komersial.

Meskipun, kata dia, perumahan subsidi skema FLPP belum bisa diterapkan di semua kabupaten di Bali atau hanya empat daerah karena mahalnya harga lahan.

REI, lanjut dia, akan berkoordinasi dengan perbankan untuk membahas kemungkinan relaksasi suku bunga agar tidak tinggi.

Agus mengharapkan suku bunga untuk segmentasi properti komersial idealnya mencapai lima persen atau tidak melebihi delapan persen untuk menarik daya beli masyarakat.

Properti komersial merupakan jenis properti yang menyasar investasi di antaranya seperti rumah toko, apartemen, ritel hingga hotel. (Ant)

Lihat juga...