RSUD TC Hillers Diminta Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Editor: Koko Triarko

177
Ketua DPRD Sikka Rafael Raga,SP. -Foto: Ebed de Rosary

MAUMERE –  Untuk mencapai predikat rumah sakit tipe B, harus dilakukan pembenahan secara bertahap, baik tenaga medis maupun fasilitas kesehatan yang tersedia dengan dukungan dari pemerintah, DPRD Sikka dan masyarakat selaku penerima manfaat.

“Yang paling penting juga, membenahi pelayanan, sebab pelayanan dengan standar yang sesuai akan membuat pasien merasa nyaman dan keluarga pasien pun merasa senang. Komitmen menuju ke arah itu sudah dilakukan hanya perlu ada beberapa perbaikan,” sebut Rafael Raga, SP., Ketua DPRD Sikka, Selasa (13/2/2018).

Dikatakan Rafael, pihaknya merasa bangga sebab dengan selesainya pembangunan poliklinik baru di rumah sakit ini, membuat wajah rumah sakit milik Pemda Sikka ini semakin jauh berubah dan bisa meningkatkan pelayanan.

“Pemerintah dan DPRD Sikka harus terus konsisten meningkatkan fasilitas dan pelayanan di rumah sakit ini, sebab rumah sakit ini menjadi penyumbang terbesar pendapatan asli daerah kabupaten Sikka,” ungkapnya.

Dari tahun ke tahun, kata Rafael, pemerintah dan DPRD Sikka telah sepakat menambah kuota anggota BPJS Kesehatan yang dibiayai dari dana APBD Sikka. Hal ini agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik tanpa mengeluarkan banyak biaya.

“Kita patut bersyukur, sebab pembangunan poliklinik megah ini bisa berlangsung dengan aman dan lancar dan yang terpenting tidak ada operasi tangkap tangan atau OTT,” sebutnya.

Direktur RSUD TC Hillers Maumere, dr. Clara Yosefina Francis, MPH., menjelaskan, hampir setiap talum pihaknya selalu mengusulkan atau pun mengajukan proposal kepada pemerintah pusat, agar dapat memperoleh dana untuk melengkapi fasilitas rumah sakit, baik gedung maupun alat kesehatan.

Perjuangan untuk pembangunan poliklinik yang baru pun, kata Clara, akhirnya bisa terwujud di 2017 dan selesai dibangun Februari 2018. Sebelum penandatanganan kontrak pada 26 April 2017, pihaknya melakukan beberapa persiapan, di antaranya berkoordinasi dengan konsultan perencana tentang gambar dan desain bangunan.

Juga pembahasan bersama DPRD Sikka tentang besaran sisa nilai asset dan penghapusan gedung kantor serta beberapa bangunan pendukung yang akan dibongkar. Ini penting, agar tidak menimbulkan persoalan.

“Yang paling penting, yaitu berkoordinasi dengan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) kabupaten Sikka untuk pendampingan dan pengawalan dalam proses pelaksanaan pekerjaan ini,” terangnya.

Clara menambahkan, dengan adanya gedung poliklinik baru, pihaknya berkomitmen akan memberikan pelayanan kesehatan dengan baik, termasuk menyediakan tenaga kesehatan yang handal dan ramah dalam menangani pasien.

Data yang diperoleh Cendana News menyebutkan, bangunan poliklinik 3 lantai menghabiskan anggaran 25,9 miliar rupiah dari Dana Alokasi Khusus. Pelaksanaan pekerjaan selama 240 hari kalendar terhitung sejak 26 April 2017 sampai dengan 26 Desember 2017 oleh kontraktor Waelaku Abadi.

Dalam perjalanan dilakukan addendum kontrak dengan beberapa pertimbangan teknis, di antaranya penambahan item perkerjaan struktur lift, perubahan material lantai dengan menggunakan bahan bondex dan perubahan material dinding dari batu merah menjadi bata ringan untuk mempercepat atau menghemat waktu palaksanaan pekerjaan.

Proses ini didahului dengan kajian yang dilakukan oleh Tim Peneliti Kontrak dengan personel tenaga teknis dari Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Sikka. Hasil kajian tersebut selanjutnya dilakukan proses addendum, sehingga nilai kontrak menjadi 27,44 miliar rupiah atau mengalami kenaikan sebesar 1,4 miliar rupiah.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.