Sandiaga dan DPRD Jakarta Bahas Upaya Pencapaian WTP

Editor: Koko Triarko

183

JAKARTA —- Pemerintah Provinsi DKI, bersama pimpinan DPRD DKI Jakarta menggelar ‘coffe morning’ membahas bagaimana cara agar Pemprov DKI Jakarta mampu mendapatkan status opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) 2017.

Pada coffe morning ini, Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, mengatakan salah satu pembahasan mengenai pencatatan aset yang dimiliki Pemprov DKI termasuk cara bagaimana penyerapan anggaran untuk menggerakkan perekonomian DKI.

“Bagaimana ada pencatatan khusus mengenai asset dan ke depan pemanfaatannya sehingga ekonomi di Ibu Kota bergerak, ada lapangan pekerjaan,” kata Sandi, di Blok G Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (27/2/2018).

Selain itu, kata Sandiaga, juga membahas sejumlah isu lain, di antaranya target Pemprov DKI untuk memperoleh opini WTP terhadap laporan Hasil Pemeriksaan yang dilakukan BPK.

“Tadi juga membahas beberapa isu terkini berkaitan dengan pencapaian terakhir menuju WTP. Kami ada pembahasan khusus mengenai bagaimana ada pencatatan khusus mengenai aset,” ucapnya.

Kemudian, dia ingin di DKI Jakarta ini ekonomi terus bergerak dan berkembang. Untuk itu, dia tidak ingin Pemprov DKI kembali mendapatkan opin Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK.

“Ada hal khusus berkaitan dengan aset yang sebetulnya sudah diserahkan, berkaitan daripada pengembang yaitu fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum). Ada masukan bagaimana penyerapan anggaran untuk menggerakkan ekonomi bisa lebih cepat,” ungkapnya.

Pada pertemuan tersebut, hadir pula Wakil Ketua DPRD Jakarta, Mohammad Taufik, Abraham Lunggana, Triwisaksana dan Ferial Sofyan. Lalu, Ketua Fraksi Hanura, Mohamad Sangaji, Ketua Komisi A DPRD DKI, Ahmad P. Riano dan Sekretaris Komisi D DPRD Jakarta dari Fraksi PDIP, Pandapotan Sinaga.

Sandiaga mengapresiasi kehadiran para pimpinan DPRD, fraksi dan komisi pada acara coffe morning. Hanya saja, Ketua DPRD Jakarta Prasetio Edi Marsudi berhalangan hadir.

Kata Sandi, beliau kelelahan usai melakukan perjalanan. Sedangkan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga tidak bisa hadir lantaran harus melepas Wakil Presiden Jusuf Kalla keluar negeri, sehingga dirinya yang harus menggantikannya.

Baca Juga
Lihat juga...