Sandiaga: Kunjungan Kerja Dibiayai Pemerintah Jepang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

214
Wagub DKI Jakarta menjelaskan undangan dari pemeritah Jepang dalam rangka kunjungan kerja membahas segala bidang untuk Indonesia dan Jepang, Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2018) - Foto: Lina Fitria

JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno membeberkan, kunjungan atas undangan pemerintah Jepang pada 19 hingga 24 Februari 2018 dibiayai oleh ‘Negeri Sakura’ tersebut. Hal tersebut sebagai tindak lanjut dari keharusan melaporkan kunjungan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya juga baru tahu hari ini, saya harus melaporkan ke KPK,” ucap Sandi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (26/2/2018).

Sebagaimana diketahui dalam Pasal 16 huruf a Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, disebutkan bahwa laporan gratifikasi pejabat negara dapat disampaikan secara tertulis dengan mengisi formulir serta melampirkan dokumen yang berkaitan dengan gratifikasi.

Sandiaga menambahkan selama di negeri matahari terbit itu semua akomadasinya ditanggung pemerintah Jepang. Keterangan tersebut telah disampaikan dalam laporan yang dibuat ke KPK.

“Jadi sudah memberikan keterangan dan menandatangani laporan ke KPK bahwa kunjungan ini dibiayai oleh Pemerintah Jepang,” ujarnya.

Ia juga menceritakan, dalam kunjungan ia mempelajari soal penanganan permasalahan banjir, limbah hingga manajemen sampah. Selain itu ia juga belajar mengenai persiapan Asian Games. Salah satunya soal rekayasa lalu lintas.

“Pertemuan juga dengan panitia olimpiade dan paraolimpiade. Salah satunya transportasi, kemacetan, karena guidline kita adalah 34 menit,” ungkapnya.

Kemudian dia juga mengunjungi kawasan eko wisata di Nagoya. Menurutnya kunjungan kerja itu dalam rangka kerja sama dibidang pariwisata dengan Jepang untuk mendorong peningkatan turis dari Jepang ke Indonesia.

“Turis Indonesia ke Jepang naik setelah ada e-Paspor, ada kemudahan. Tapi kunjungan Jepang ke Indonesia stagnan. Nanti didorong JKT 48, Melody akan jadi duta pariwisata,” tandasnya.

Terkait pertemuan dengan Wali Kota Tokyo digagas pertukaran gorila sebagai bagian dari diplomasi.

“Yang menarik adalah kerja sama pertukaran gorila. Karena di Ragunan banyak gorila laki-laki, sedangkan di kebun binatang di Ueno, Tokyo justru banyak gorila jenis perempuan dan sangat lonely. Mungkin ada pertukaran bukan hanya pelajar tapi juga pertukaran gorila,” jelasnya.

Baca Juga
Lihat juga...