Sandiaga: Saya Tidak Melarang Warga DKI Merayakan Valentine

Editor: Irvan Syafari

231
Wagub Sandiaga Uno. Foto: Lina Fitria.

JAKARTA —– Beberapa wilayah di Indonesia sudah menghimbau warganya untuk tidak melakukan perayaan valentine day atau hari kasih sayang yang kerap dirayakan pada 14 Februari.

Namun berbeda dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengaku sudah memberikan bunga kepada istrinya, Nur Asia sebagai bentuk perayaan valentine day atau hari kasih sayang.

“Sudah tadi pagi (kasih bunga ke istri),” kata Sandi saat di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2018).

Dia juga tidak melarang warganya untuk merayakan valentine day itu. Alasan dia, selama dapat menebar kasih sayang dan cinta kepada sesama tidak ada larangan untuk itu.

“Hari cinta, kita harus menebar cinta, supaya yang penjual bunga mawar bisa laku,” ucapnya sambil tersenyum.

Dengan diperbolehkan merayakan valentine day, dia menegaskan yang paling penting tetap mencintai Tuhan lebih dari cinta kepada apa pun.

“Tapi tentunya ini cinta kepada Allah yang paling penting. Perayaan cinta kepada pencipta, juga sesama manusia,” tegasnya.

Dirinya tidak melarang siapa pun, jika sebagian warga Jakarta merayakan valentine. Meskipun di wilayah lain telah melarang perayaan valentine day dilakukan.

“Selama menebar cinta,” ungkapnya.

Sebelumnya, seperti Wali Kota Depok, Jawa Barat Muhammad Idris sudah melarang warganya merayakan valentine. Menurutnya saat perayaan itu berpotensi menumbuhkam praktik penyimpangan seksual. Sehingga Dinas Pendidikan Kota Depok lantas meminta kepada seluruh Kepala Sekolah supaya melarang siswanya merayakan valentine.

Tak hanya Depok, di Nusa Tenggara Barat, Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri dia juga menghimbau kepada kepala sekolah hingga dosen agar melarang murid dan mahasiswanya merayakan valentine dalam bentuk apa pun. Menurutnya perayaan valentine sangat bertentangan dengan norma agama dan sosial budaya.

Hal itu di dukung oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin mengatakan setuju dengan adanya pelarangan itu, sebab valentine bisa menimbulkan sesuatu yang tidak ketidakbaikan. Menurutnya bisa mebawa kerusuhan, melanggar moralitas, pergaulan bebas.

Baca Juga
Lihat juga...