Satu Bulan Tidak Turun Hujan Sebabkan Kekeringan di Padang

Editor: Irvan Syafari

243

PADANG — Masyarakat di Kampung Jua, Kelurahan Batuang Taba, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dilanda kekurangan air. Hal ini dikarenakan, mengeringnya air sumur milik warga, akibat tidak turunnya hujan selama satu bulan terakhir.

Salah warga setempat, Indra Adek mengatakan, ada beberapa pemukiman warga yang mengalami kekeringan air itu. Seperti halnya di Kampuang Jua, yang memiliki padat penduduk, mulai kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

“Syukur sekitar sini ada masjid yang memiliki air bersih yang bisa dimanfaatkan warga. Jadi, sekedar untuk mandi bisa dipenuhi,” katanya, Rabu (14/2/2018).

Namun, Adek menyebutkan mengingat cukup banyaknya warga yang antre setiap harinya untuk mendapatkan air bersih di masjid. Keluarganya memilih untuk memperdalam sumur tanah yang selama ini juga dimanfaatkannya.

Dulu, sumur tanah yang ada di rumahnya memiliki kedalaman sekitar 3 meter. Namun dengan menghadapi kondisi yang seperti itu, ia memilih untuk memperdalam galian hingga 3 meter lagi.

“Semenjak saya pedalam lagi galian sumurnya. Alhamdulillah, kini sumur tanah milik saya sudah berair lagi, dan tidak perlu antre untuk mendapatkan air bersih di masjid,” ucapnya.

Menurutnya, sebagian masyarakat di sana selama ini memanfaatkan sumur tanah untuk mendapatkan sumber air bersih. Sementara untuk aliran air dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang, baru sebagian kecil masyarakat yang rumahnya memiliki air PDAM.

Intinya, bisa dikatakan masyarakat yang mengalami kekeringan air itu belum memiliki air PDAM. Padahal, jaringan air telah terpasang cukup lama di daerah Kampuang Jua tersebut. Namun, pipa untuk mengaliri ke rumah warga saja, yang belum sampai.

“Dulu pihak PDAM ada minta bagi masyarakat yang ingin mengajukan memasukkan air PDAM ke rumah

Jadi untuk mendaftar permintaan itu, masyarakat perlu mendaftar dengan cara identitas diri seperti KTP dan KK beserta untuk Rp100.000. Setelah itu dimasukan, sekarang belum ada lanjutan dari pihak PDAM,” tegasnya.

Pembayaran dan pendaftaran itu merupakan program pemerintah tahun lalu untuk memudahkan masyarakat mendapatkan air PDAM. Sementara jika pendaftaran dilakukan di jalur umum atau biasa, untuk memasukkan air bersih ke rumah warga, harus mengeluarkan dana sekira Rp1,7 juta.

“Saya selalu warga yang tinggal di Kampung Jua sangat mengharapkan ada langkah cepat PDAM untuk memberikan aliran air bersihnya,” harapnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi Kasubag Humas PDAM Padang Jon Arfan mengatakan, PDAM telah menurunkan bantuan air bersih melalui mobil tanki.

“Kita telah menurunkan bantuan air bersih melalui mobil tangki sejak hari Kamis pekan lalu. Setidaknya ada 10 tanki telah kami turunkan,” jelasnya.

Sedangkan terkait jaringan PDAM yang ada di daerah tersebut. Untuk di daerah yang mengalami kekeringan itu, memang jaringan PDAM tidak sampai. Selama ini masyarakat di sana menggunakan air sumur tanah.

Namun, pada 2016 lalu, PDAM telah membicarakan kepada masyarakat setempat, jika ingin melakukan memasukan jaringan PDAM, perlu dilakukan penggalian.

Jalan di depan rumah warga terbuat beton.  Hal ini membuat masyarakat ragu untuk merusak jalan beton itu untuk penggalian lubang memasukkan jaringan pipa PDAM.

“Baru hari Minggu lalu saya ke lokasi kekeringan itu. Intinya masyarakat perlu bermusyawarah dulu, tentang penggalian lubang tersebut,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...