Sektor Wisata Beri Dampak Positif Bagi Nelayan di Lamsel

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

214

LAMPUNG — Lomba dayung kano yang dilaksanan Pokdarwis dan komunitas Pelita Lamsel, Dinas Parisiwata dan Kebudayaan Lamsel di pantai Belebug desa Totoharjo kecamatan Bakauheni ikut memberi dampak positif bagi nelayan di wilayah pesisir pantai tersebut.

Dwi Jatmiko, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lampung Selatan menyebut wisata bahari di wilayah tersebut ikut didukung oleh para nelayan.

Selain pekerjaan utama sebagai nelayan tangkap pada hari biasa, saat hari libur akhir pekan permintaan untuk ojek perahu wisata cukup tinggi. Saat ini untuk mengelilingi pulau Sekepol dan pulau Mengkudu dikenakan tarif Rp20.000 pulang pergi.

“Saat hari biasa sebagian nelayan sengaja mempergunakan perahu untuk menangkap ikan dan pada hari libur bisa dipergunakan sebagai ojek wisata perahu bagi pengunjung wisata,” terang Dwi Jatmiko saat ditemui Cendana News di pantai Belebug desa Totoharjo, Minggu (25/2/2018).

Dwi Jatmiko
Dwi Jatmiko, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Dwi Jatmiko menyebut upaya mendorong masyarakat nelayan untuk bisa berkontribusi pada sektor wisata membutuhkan waktu bertahap. Sebagian nelayan tangkap bahkan didorong masuk dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Pada hari tertentu sejumlah perahu tradisional milik nelayan di pantai Belebug kerap dipergunakan untuk kegiatan memancing dengan sistem sewa. Hasil biaya sewa sekitar Rp2juta selama satu hari memancing ikut membantu pemasukan bagi nelayan wilayah tersebut.

Tidak hanya nelayan yang memiliki perahu yang merasakan manisnya pariwisata, nelayan tangkap pun ikut menikmati. Jumadi, salah satu nelayan tangkap menyebutkan, banyaknya pengunjung yang mengajak keluarga untuk kegiatan bancakan membuat dirinya kerap membawa sekitar 30 hingga 50 kilogram ikan.

“Saat liburan banyak pengunjung yang membakar ikan sehingga saya siapkan ikan dari membeli di pengepul ikan untuk dijual ke pengunjung dan hari libur panjang permintaan sangat tinggi akan ikan untuk dibakar,” beber Jumadi.

Ikan jenis tengkurungan disebutnya menjadi favorit bagi pengunjung. Saat hari biasa hasil tangkapan ikan dijual keliling karena jumlah kunjungan ke pantai Belebug tidak seramai hari libur.

Baca Juga
Lihat juga...