Seoul Inginkan Komunikasi Intensif Menjelang KTT dengan Korut

Ilustrasi bendera Korea Selatan - Dokumentasi CDN

SEOUL — Korea Selatan mengatakan pada Senin (12/2), pihaknya mencoba mengatur lebih banyak reuni untuk keluarga yang terpisah akibat Perang Korea dan menurunkan ketegangan militer dengan Korea Utara sebagai langkah awal menetapkan landasan konferensi tingkat tinggi langka antar Korea.

Pernyataan dari Kementerian Unifikasi Korsel terjadi setelah delegasi tingkat tinggi Korut mengakhiri kunjungan tiga hari yang mencakup undangan untuk Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk melakukan perjalanan ke Pyongyang untuk melakukan pembicaraan.

“Kunjungan tersebut menunjukkan bahwa Korut memiliki kemauan yang kuat untuk memperbaiki hubungan antar Korea dan Pyongyang dapat melakukan yang belum pernah terjadi sebelumnya serta berani jika dianggap perlu,” demikian kementerian tersebut.

Kunjungan delegasi tersebut, yang menyertakan adik perempuan Kim Jong-un, Kim Yo-jong, banyak menarik perhatian di Korsel, namun juga membuat keraguan tentang ketulusan dan kesediaan Korut untuk melepaskan pencapaian senjata nuklirnya.

“Meskipun banyak warga Korea menyambut partisipasi Korut di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang, ada juga kritik dan kekhawatiran yang signifikan baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” demikian pernyataan tersebut.

Selama kunjungan tersebut, Kim Yo-jong telah mengirimkan sepucuk surat dari kakaknya tersebut kepada Presiden Korsel Moon Jae-in untuk mengunjungi Pyongyang secepatnya. Moon telah menjawab, “Mari ciptakan lingkungan untuk itu agar bisa terjadi,” menurut Gedung Biru.

Pertemuan semacam itu, jika terjadi, akan menandai konferensi tingkat tinggi antar Korea pertama sejak 2007.

Lihat juga...