Serapan Anggaran Pemprov DKI Masih Rendah

Editor: Koko Triarko

195

JAKARTA – Wakil Ketua DPRD DKI, Mohamad Taufik, mengaku prihatin melihat serapan anggaran Pemerintah Provinsi DKI saat ini yang hanya mencapai enam persen. “Masih kecillah,” katanya, usai coffee morning dengan Pemprov DKI di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (27/2/2018).

Menurut Taufik, serapan pada triwulan pertama ini masih dinilai rendah, karena masih mendorong supaya serapan tersebut bisa berjalan baik. Ia pun mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD), dan mengimbau kepada SKPD untuk melakukan perencanaan anggaran yang baik.

“Evaluasi eksekutif saya kira itu segera dilakukan. Kami melihat dari faktor perencanaan yang menurut saya kurang baik, ke depan tidak boleh lagi,” ucapnya.

Bila serapan anggaran rendah, lanjutnya, maka roda perekonomian masyarakat akan tersendat. Penyerapan anggaran itu harus secara sistematis, tidak boleh nantinya hanya besar pengeluarannya saat di penghujung saja.

“Jadi kita tidak mau lagi ada seperti yang disampaikan Menteri Keuangan pada November, bahwa uang DKI di bank Rp20 triliun,” ungkapnya.

“Tidak boleh lagi besar di ujung, kalau besar di ujung nanti penyimpangan banyak,” sambungnya.

Ia juga mengatakan, serapan APBD DKI 2018 hingga Februari akhir baru mencapai enam persen dari total nilai APBD yang disahkan sebesar Rp77.117.365.231.898 atau Rp77,117 triliun. Hal itu membuat perhatian dari DPRD dan akan memanggil seluruh SKPD.

“Saya kira legislatif akan banyak melakukan komunikasi dan mengundang SKPD untuk mendiskusikan itu,” tandasnya.

Sementara, Wakil Gubernur DKI, Sandiaga Uno, mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap rendahnya penyerapan. Dia berharap minimnya penyerapan angaran tidak selalu terulang.

“Kita soroti masalah penyerapan anggaran, ini adalah perencanaan dan capaian yang sekarang ini kita koreksi ke depan. Kita ingin tidak ada efek tongkat hoki, ini berulang terus terjadi. Dalam perencanaan di 2017 akhir kemarin memang dari perencanaan mengarah harus kita ubah. Kita sudah bentuk tim yang ujungnya membentuk lapangan kerja,” tutur Sandi, di tempat yang sama.

Baca Juga
Lihat juga...