Terkait Retakan Jalan di Mampang, Sandi Meminta Warga Supaya Tidak Panik

Editor: Irvan Syafari

146
WagubPemprov DKI Sandiaga Uno/Foto; Lina Fitria.
Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

JAKARTA —- Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, tanah retak di Kampung Berlan, Matraman, Jakarta Timur sudah dicek oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Retakan itu diduga karena adanya sesar atau patahan di bawah tanah kawasan tersebut.

“Tanah retak sudah dicek kemarin, saya terhubung dengan teman-teman yang bersinergi dengan BMKG terkait dengan patahan (di Kampung Berlan, Matraman),” kata Sandiaga di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2018).

Sandi meminta kepada warga supaya tidak panik. Menurutnya, keretakan itu terjadi adanya pergerakan tanah.

“Jadi kita harus memastikan bahwa tidak ada kepanikan di masyarakat. Keretakan itu mungkin ada pergerakan tanah,” ucapnya.

Dia pun berharap keretakan jalan tersebut segera diperbaiki oleh pihak Bina Marga. “Kita harapkan itu bisa diperbaiki segera oleh teman-teman Bina Marga,” ujarnya.

Sebelumnya, Sandiaga sudah dapat memprediksikan sebelumnya di dalam pertemuan antara Pemprov DKI dengan BMKG. Pihak BMKG mengatakan bahwa salah satu kewaspadaan yang harus ditingkatkan adalah di sekitar wilayah Jatinegara atau di dekat Berlan yang diprediksi ada patahan yang selama ini tidak aktif.

“Salah satu kewaspadaan yang harus kita tingkatkan adalah di sekitar wilayah Jatinegara yang berdekatan di Berlan. Diprediksi ada patahan yang selama ini tidak aktif,” ujarnya kemarin di Balai Kota, Selasa 12 Februari 2018.

Meskipun tidak aktif, warga harus tetap waspada khususnya dengan rumah dan bangunan yang berdiri di sekitar retakan. Jika ada yang pertama mengenai kemungkinan terjadinya gempa kemudian kedua dampak bagi konstruksi.

“Satu adalah gempa, nomor dua adalah tentunya pergerakan-pergerakan khususnya yang berkaitan konstruksi dan bangunan, yang berada di sekitar patahan tersebut,” ujarnya.

Dia pun memberikan contoh seperti gempa yang terjadi di Taipei. Gempanya hanya 6,4 SR, tetapi banyak dampaknya karena banyak gedung berada di patahan.

Kemudian dengan adanya hal seperti ini Pemprov DKI akan terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiagaan dalam mengantisipasi dampak dari adanya patahan itu.

Pihaknya juga akan memerintahkan jajarannya selalu waspada karena bencana dapat terjadi di mana saja, kapan saja tanpa bisa diprediksi sebelumnya.

“Sudah ada kerja sama antara BMKG dan beberapa unit SKPD. Salah satunya adalah BPBD unit, berikutnya adalah Damkar dan Pol PP dan saya sudah menunjuk Pak Budi Utomo, staf khusus di kantor wagub (Balai Kota) untuk menindak lanjuti,” jelasnya.

Sebelumnya, Jalan Kesatrian X, Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur mengalami retak hampir sepanjang 50 meter. Jalan tersebut tepat berada di samping aliran Sungai Ciliwung yang dianggap berbahaya untuk dilalui.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Lihat juga...