Tiga Pati Berpeluang Gantikan Buwas di BNN

Editor: Koko Triarko

304
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane. -Foto: Ist/ Makmun Hidayat

JAKARTA — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) akan pensiun pada 27 Februari 2018, mendatang. Disebut-sebut, ada tiga jenderal yang berpotensi menggantikannya. 

Polri sepertinya akan melakukan sejumlah mutasi, sehingga gerbong internal Polri akan kembali bergerak. Indonesia Police Watch (IPW) menilai, mutasi kali ini dilakukan Polri selain untuk mengganti Budi Waseso yang pensiun, juga untuk mengantisipasi persiapan tahun politik 2018, di mana akan berlangsung pilkada serentak di 171 wilayah.

Namun, IPW menilai mutasi kali ini belum dalam gelombang yang besar dan baru pemanasan menjelang tahun politik. Sebab, mutasi yang cukup besar diperkirakan baru akan terjadi menjelang pilkada serentak.

“Dengan pensiunnya Budi Waseso sebagai perwira tinggi berpangkat komjen, otomatis akan tetap terjadi pergerakan gerbong di tingkat perwira tinggi,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane dalam keterangan yang diterima Cendana News, Kamis (8/2/2018) siang.

Dari pendataan IPW, Neta menyebut ada tiga jenderal yang akan menggantikan Budi Waseso, yakni Kabareskrim Komjen Ari Dono, Irjen M Iriawan dan Irjen Arman Depari.

“Tapi, sepertinya calon kuat adalah Ari Dono. Jika Ari Dono bergerak posisi Kabareskrim akan kosong,” imbuhnya.

Disebut-sebut pula, ada empat nama yang menjadi calon pengganti Ari Dono, yakni Irjen Boy Rafli, Irjen Idham Azis, Irjen Arief Sulistio dan Irjen Agung Budi.

Selain itu, lanjut Neta, Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto juga disebut-sebut akan bergeser ke departemen dan calon penggantinya ada dua, yakni Irjen Gatot Edi dan Brigjen Rikwanto.

“Mutasi kali ini sepertinya akan memberi kesempatan yang besar bagi jenderal-jenderal dari angkatan muda, yakni adik kelas Kapolri Tito Karnavian. Ini memungkinkan, karena para senior sekarang ini sudah banyak yang memasuki masa pensiun,” tuturnya.

IPW berharap, dalam melakukan mutasi menjelang tahun politik ini, Polri tetap mempertimbangkan kualitas dan kapabilitas, sehingga Polri tetap bisa menjaga profesionalisme dan independensinya di tahun politik 2018.

 

Baca Juga
Lihat juga...