Tim UMM Siap Berlaga di Shell Eco-marathon Asia

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

258

MALANG — Tim mobil listrik mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Sang Surya Eco Energy team, akan kembali berlaga dalam gelaran kompetisi Shell Eco-marathon Asia.

Dengan mengandalkan mobil listrik Genetro Suryo, delapan mahasiswa Fakultas Teknik UMM berusaha memberikan hasil yang terbaik dalam ajang yang rencananya akan diselenggarakan 8-11 Maret 2018 di Singapura.

Delapan mahasiswa tersebut yakni M Syah Yusuf E, Renggi A Rimeldi, Iqbal Pandu, Afrianto Rian, M Surur, M Hasbu Asidiqi, Andi Fikriyanto, Aabdul Malik, di bawah arahan Nur Subekti sebagai dosen pembimbing.

Manajer tim, M Syah Yusuf E, menjelaskan mobil Genetro Suryo sudah kerap diikutkan kompetisi mobil hemat energi baik di ajang nasional maupun internasional.

“Pada tahun 2015 tim kami sudah pernah ikut Eco-marathon di Filipina namun sayangnya pada saat itu tim kami belum bisa finis karena ada beberapa kendala, “jelasnya, Rabu (28/2/2018).

Tapi belajar dari pengalaman sebelumnya dan beberapa pembenahan pada mesin Genetro Suryo, kami yakin kali ini tim Sang Surya Eco Energy bisa memberikan hasil yang terbaik, ujarnya semangat.

Lebih lanjut ia mengatakan, Genetro Suryo merupakan mobil urban konsep yang di desain menyerupai mobil pada umumnya namun jauh lebih irit.

“Body Genetro Suryo terbuat dari bahan fiberglass dan Chassis full alumunium. Sedangkan untuk motor kita pakai daya 500 watt dengan berat total keseluruhan 110 Kg dan dibutuhkan energi listrik untuk menggerakkannya,” terangnya.

Menurutnya Genetro Suryo memang di desain untuk mengikuti kontes hemat energi sehingga di desain lebih irit agar tidak memakan daya lebih banyak. Pemakaian baterai 48 volt 20 ampere mebuatnya bisa bertahan 2-2,5 jam serta mampu menempuh jarak 98-110 Km/Kwh.

Rektor UMM, Drs. Fauzan, M. Pd 
Rektor UMM, Drs. Fauzan, M. Pd- foto: Agus Nurchaliq

Sementara itu Rektor UMM, Drs.Fauzan, M. Pd berharap agar Mahasiswa-mahasiswanya tersebut bisa memperoleh hasil terbaik dalam ajang tersebut karena mereka tidak sekedar membawa nama besar UMM tetapi juga bangsa Indonesia.

“Selain apresiasi secara finansial, tentu kita juga akan memberikan apresiasi akademik kepada mereka terutama nanti jika mereka menang akan kami berikan apresiasi akademik yang salah satu bentuknya adalah akan kami bebaskan dari skripsi, “ucapnya.

Namun bukan berarti mereka tidak membuat skripsi tetapi mereka akan membuat laporan tentang apa yang mereka kerjakan, tandasnya.

Perlu digarisbawahi bahwa apa yang dilakukan mahasiswanya tersebut adalah sebuah produk pembelajaran yang telah di desain oleh fakultas teknik. Sehingga ia berharap ke depan ada produk-produk pembelajaran yang se tipe bisa bermunculan namun dengan berbagai karakteristiknya masing-masing.

Baca Juga
Lihat juga...