Tjahjo: Calon Kepala Daerah Berstatus Tersangka Tetap Bisa Ikut Pilkada

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

220
Mendagri Tjahjo Kumolo. Dok CDN

JAKARTA — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo mengatakan, seorang calon kepala daerah yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, tetap diperbolehkan ikut dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah.

“Hal tersebut berlaku bagi semua pasangan calon kepala daerah tanpa kecuali,” sebutnya di Gedung KPK Jakarta, Senin (26/2/2018).

Dijelaskan, tersangka korupsi diperbolehkan ikut asalkan kasus perkaranya belum memiliki kepastian hukum tetap atau belum inkrah.

Tjahjo Kumolo menuturkan, berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), calon kepala daerah tetap diperbolehkan atau diizinkan mengikuti atau berpartisipasi dalam pertarungan Pilkada meskipun sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka.

Tjahjo Kumolo mencontohkan bahwa tahun sebelumnya atau 2017 pernah ada kejadian seorang calon kepala daerah yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Namun anehnya yang bersangkutan justru unggul dan mendapatkan suara terbanyak, sehingga dinyatakan sebagai pemenang.

Menurut Tjahjo Kumolo pada intinya setiap peserta atau kontestan masing-masing pasangan calon kepala daerah tetap diberikan kesempatan, baik hak maupun kewajiban yang sama.

Tjahjo Kumolo menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat setempat, khususnya yang mempunyai hak pilih untuk menentukan calon kepala daerahnya masing-masing secara bijak dan sesuai hati nurani.

Namun dirinya mengingatkan sebaiknya masyarakat harus cerdas dalam memilih atau menentukan siapa calon pemimpinnya di masa yang akan datang.

“Saya kira warga masyarakat khususnya yang mempunyai hak pilih sekarang ini bisa dibilang sudah sangat cerdas dalam menentukan kira-kira siapa pasangan calon kepala daerah masing-masing yang selama ini dipandang bersih atau terbebas dari berbagai kasus, contohnya korupsi,” pungkas Tjahjo Kumolo.

Baca Juga
Lihat juga...