TNI-POLRI dan Warga Gelar Upacara di Makam Somenggalan-Kemusuk

Editor: Koko Triarko

786

YOGYAKARTA – Segenap elemen masyarakat Desa Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, menggelar upacara dan ziarah tabur bunga memperingati Serangan Umum 1 Maret di komplek Makam Somenggalan, desa setempat, Rabu (28/2/2018). 

Dipimpin Camat Sedayu, Fauzan Muarifin, upacara dihadiri berbagai unsur masyarakat mulai dari TNI-Polri, jajaran Muspika desa setempat, para veteran pejuang, pelajar, maupun masyarakat sekitar dusun Kemusuk. Turut hadir pula sejumlah kerabat Presiden kedua RI, Jenderal Besar HM Soeharto, yakni Soeharjo Soebardi, beserta ibu dan lainnya.

Makam Somenggalan merupakan tempat pemakaman para pejuang asal dusun Kemusuk yang gugur mempertahankan kemerdekaan pada masa pendudukan tentara Belanda, di masa Agresi Militer II pada 1948-1949, khususnya saat menghadapi tentara Belanda yang datang ke dusun Kemusuk untuk mencari Presiden Soeharto, yang saat itu masih berpangkat letnan kolonel.

Tercatat ada sekitar 202 warga dusun Kemusuk yang gugur dan dimakamkan di makam Somenggalan ini. Termasuk di antaranya ayah dari Probosutejo dan Ny. Soeharjo Soebardi, yakni R. Atmo Prawiro, yang dieksekusi tentara Belanda karena bersikeras tidak memberitahukan informasi mengenai keberadaan Letkol Soeharto.

Upacara bendera dalam rangka peringatan Serangan Umum 1 Maret di komplek Makam Somenggalan, Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta, Rabu (28/2/2018). –Foto: Jatmika H Kusmargana

“Generasi muda perlu tahu, andai masyarakat Kemusuk waktu itu tidak kompak untuk merahasiakan informasi keberadaan Pak Harto, dan membuat  Pak Harto tertangkap, mungkin kondisi Indonesia tidak akan seperti saat ini. Ini menjadi bukti dusun Kemusuk turut memberikan andil terhadap sejarah kemerdekaan NKRI,” kata Soeharjo Soebardi.

Diawali dengan upacara bendera di sekitar kompleks malam, kegiatan dilanjutkan dengan penghormatan kepada para pejuang lewat peletakan karangan bunga oleh pimpinan rombongan.

Seusai upacara bendera, seluruh peserta lalu bersama-sama melakukan ziarah dan tabur bunga ke makam para pejuang.

Salah seorang pelajar peserta upacara dari SMAN 1 Sedayu, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. Ia menilai, kegiatan semacam ini dapat memberikan pengetahuan terhadap sejarah masa silam perjuangan kemerdekaan sekaligus memupuk rasa cinta Tanah Air.

“Dengan ikut kegiatan ini, saya menjadi tahu tentang sejarah di dusun Kemusuk. Sangat bermanfaat karena juga bisa menambah semangat dan rasa cinta pada bangsa dan negara,” katanya.

Sejumlah elemen masyarakat menggelar upacara dan ziarah tabur bunga dalam rangka peringatan Serangan Umum 1 Maret di komplek Makam Somenggalan, Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta, Rabu (28/2/2018). –Foto: Jatmika H Kusmargana

Sementara itu, salah seorang mantan pejuang asal Sedayu, Bantul, Tugiro, menuturkan bagaimana berat dan sulitnya berjuang melawan para penjajah pada masa itu. Karenanya, ia hanya bisa berharap agar para generasi muda dapat meneruskan perjuangan para pendahulu untuk mengisi kemerdekaan dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga
Lihat juga...