Viktor: PMKRI Harus Ciptakan Kader yang Kritis

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

454

MAUMERE — Masa penerimaan anggota baru yang diwarnai dengan berbagai kegiatan pendidikan dasar hendaknya bisa dijadikan tonggak awal menciptakan kader Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) cabang Maumere yang kritis.

“Saya berharap agar pendidikan dasar selama penerimaan anggota baru di PMKRI cabang St.Thomas Morus Maumere ini bisa menjadi awal untuk mendidik calon anggota menjadi kader-kader yang kritis,” tegas salah seorang Alumni PMKRI yang menjadi pengacara di Maumere, Viktor Nekur, Rabu (28/2/2018).

Ia juga meminta agar PMKRI cabang St.Thomas Morus Maumere dapat menciptakan kader yang berdaya saing dalam menghadapi era modern sekarang ini dan mampu bersaing dalam dunia ekonomi.

Viktor Nekur,SH salah seorang Alumni PMKRI yang menjadi pengacara di Maumere. Foto : Ebed de Rosary
Viktor Nekur,SH salah seorang Alumni PMKRI yang menjadi pengacara di Maumere. Foto : Ebed de Rosary

Sementara itu wakil bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar menegaskan jurang-jurang yang menghancurkan bangsa yaitu Narkoba serta penyakit Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dimana orang yang terlibat dalam korupsi adalah orang yang berkedudukan tinggi.

“Jurang yang berikut adalah kemiskinan sehingga mahasiswa harus menjadi generasi muda yang bisa mencerdaskan bangsa dan nantinya bisa menciptakan lapangan kerja juga bagi orang lain,” harapnya.

Selain itu tambah Nong Susar, mengajak calon anggota agar bila kelak menjadi pemimpin maka harus selalu rendah hati dan jangan pernah sombong. Juga selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Dalam kegiatan masa penerimaan anggota baru PMKRI cabang St.Thomas Morus Maumere, calon anggota yang mendaftar sebanyak 66 orang. Para kader juga diberikan bekal latihan dasar kepemimpinan termasuk di dalamnya public speaking.

Baca Juga
Lihat juga...