Warga dan Pedagang Keluhkan Kotornya Pasar Alok dan Maumere

Editor: Koko Triarko

380

MAUMERE – Pedagang yang menempati pasar Alok dan pasar tingkat Maumere masih belum terbiasa membuang sampah di tempat sampah yang sudah disiapkan, dan lebih memilih membuang sampah di luar bak sampah dan di saluran air yang ada di dalam komplek pasar.

“Sampah sering dibuang sembarangan, apalagi di saluran air. Kami awal mau buka bazaar di pasar Alok harus bersihkan sampah di saluran air dan di los pasar yang sering dipakai pedagang kain setiap hari Selasa,” ungkap  Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Sikka, Sherly Irawati, Rabu (28/2/2018).

Sherly Irawati, ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Sikka. -Foto: Ebed de Rosary

Menurut Sherly, perilaku ini selain menyebabkan bau busuk juga menyebabkan saluran air tersumbat. Bila terjadi hujan, air akan tergenang. Dirinya berharap para pedagang membuang sampah pada tong sampah yang sudah disiapkan di lokasi pasar Alok.

“Kalau lingkungan pasar saja tidak bersih, para pembeli tidak  mau datang ke pasar untuk berbelanja. Petugas pasar harus selalu memperingati dan mengajari para pedagang untuk selalu membuang sampah di tempat sampah,” harapnya.

Sampah, lanjut Sherly, sangat mengganggu kenyamanan pengunjung, terutama di waktu musim hujan, air di got tidak dapat mengalir dan tergenang. Sampah semakin busuk, lalat dan sumber penyakit akan menghampiri.

“Pedagang jangan karena membayar Rp1.000 atau Rp2.000 lantas bebas membuang sampah di mana saja. Kebersihan dan kenyamanan jual beli di pasar hendaknya diutamakan dan kita semua berpartisipasi menjaga kebersihan,” pintanya.

Untuk pengelola pasar, Sherly mengimbau hendaknya sampah yang sudah menumpuk segera diangkut. Ciptakan pasar tradisional yang bersih dan sehat serta bebas dari sampah.

Hal senada juga disampaikan Karolus Tue, seorang pedagang yang ditemui di pasar tingkat Maumere yang meminta agar pihak pengelola pasar mewajibkan pedagang, khususnya pedagang sayur dan ikan, agar selalu menjaga kebersihan pasar.

“Lihat saja sendiri kondisi pasarnya, pedagang sayur saja suka buang sampah sembarangan dan lebih banyak meletakannya di luar tempat sampah yang sudah disiapkan di sisi timur pasar,” sebutnya.

Karolus juga meminta, agar pasar tingkat Maumere lebih ditata lagi dan pedagang sayur yang suka berjualan di depan pintu masuk bahkan hingga ke jalan raya disuruh berjualan di areal pasar.

Pedagang sayur suka berjualan di depan pasar bahkan di dekat pintu masuk pasar yang sering digenangi air hujan. Pemandangan ini tidak bagus, apalagi mereka menjual sayur, sehingga terkesan pasarnya penuh dan pedagang meluap hingga ke luar jalan.

“Masih banyak areal kosong di sisi selatan pasar bekas los pakaian bekas yang tidak dimanfaatkan. Pengelola harus menertibkan pedagang yang berjualan di luar areal pasar yang suka membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...