hut

Warga Keluhkan Sampah Plastik di Perairan Makassar

Editor: Koko Triarko

MAKASSAR — Dermaga Kayu Bangkoang merupakan fasilitas umum di tengah kota Makassar, di Jalan Kayu Bangkoang yang berdiri sejak 1970. Dermaga ini tidak hanya menjadi tempat penyeberangan ke pulau-pulau sekitar, namun juga menjadi tempat favorit warga setempat untuk memancing ikan.

Beberapa jenis ikan mendiami dermaga sepanjang 10 meter ini. Setiap siang tiba, banyak warga memancing ikan dii dermaga ini. Salah satunya, Tio, warga yang tinggal di Jalan Gunung Lompo Battang. Setiap hari, ia mengaku menghabiskan waktunya di dermaga ini untuk memancing.

“Saya biasa mencari ikan titang, ikan yang masih bersaudara dengan ikan baronang. Biasanya ikan ini untuk dikomsumsi sendiri”, kata Tio, Senin (5/2/2018).

Prof. Dr. Ir. Metuslach., M.Sc., dosen perikanan hasil pengelolan laut Universitas Hasannudin. -Foto: Nurul Rahmatun Ummah

Namun, sayangnya dermaga yang kaya akan ikan ini penuh dengan sampah plastik yang terbawa ombak dari pulau-pula sekitar Makassar. Jika musim barat tiba, dipastikan sampah akan semakin banyak menumpuk di dermaga ini.

Tio mengatakan, sampah datang dari pulau seberang dan tidak pernah sekali pun dermaga ini tidak kotor.  “Dermaga ini memang selalu kotor, karena sampah yang terbawa oleh ombak”, kata Tio, kesal.

Banyaknya sampah di perairan Kota Makassar selama ini, meman dirasa cukup mengkhawatirkan. Jika dibiarkan, sampah-sampah plastik akan berdampak pada ikan-ikan yang ada di laut.

Seperti diketahui, sampah plastik yang berbahan sintetik ini jika terkena suhu yang cukup tinggi akan mengalami degradasi dan mengeluarkan ion. Dalam jumlah banyak, akan dapat menjadi racun dan dalam jumlah sedikit akan bersifat karsinogen atau pemicu kanker.

Terpisah, Prof. Dr. Ir. Metuslach., M.Sc., dosen perikanan hasil pengelolan laut Universitas Hasannudin, menjelaskan, ikan yang mengandung ion jika dikonsumsi akan berdampak pada kesehatan.

“Ion-ion yang ada pada daging ikan yang tertelan manusia akan terakumulasi, dan dalam waktu panjang akan menyebabkan kanker”, katanya.

Prof. Metuslach juga menjelaskan, ion plastik tidak berdampak pada kelainan gen pada ikan. Namun, bagi manusia, ion plastik yang ada pada daging ikan yang dikomsumsi secara terus-menerus akan menyebabkan gangguan kesehatan, menimbulkan kanker, dan kelainan genetik.

“Ini harus diwaspadai”, tegasnya.

Ia juga menambahkan, nilai gizi pada ikan yang mengandung ion plastik tidak akan berkurang. Hanya saja, keamanan protein dan gizi yang ada pada ikan mengandung ion plastik sudah tidak layak dikomsumsi.

“Kebanyakan ikan yang dijual di Makassar adalah ikan dari perairan yang jauh. Peran dinas terkait di sini sangat penting memberi edukasi masyarakat harus menjaga lingkungan, dan tidak membuang sampah ke laut”, tutupnya.

Lihat juga...