200 Hektare Lahan Sorgum di Flotim Siap Panen

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

684

LARANTUKA — 200 hektare lahan Sorgum yang ada di kabupaten Flores Timur (Flotim) saat ini sudah memasuki masa panen. Tanaman yang cocok di daerah kering tersebut merupakan tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri.

“Saat ini petani di Flores Timur tengah bersiap melakukan pemanenan Sorgum di areal tanam yang tersebar di beberapa desa dan kecamatan dengan luas sekitar 200 hektare,” ujar Maria Loretha, seorang pembudidaya Sorgum, Senin (12/3/2018).

Dikatakan Maria, sejak tahun 2017 ada pendampingan penelitian benih Sorgum dari Balai Sereal Maros Kementrian Pertanian RI. Juga dukungan perluasan areal tanam dari Balitbang Kementerian Pertanian RI dimana tahun 2017 terdapat 450 hektare lahan yang ditanami Sorgum.

“Untuk pendanaan kami didampingi dari yayasan Kehati dan Yaspensel Keuskupan Larantuka. Jumlah areal tanam khusus desa Kawalelo ada 70 hektare dan tahun ini 2018 sudah tanam dan mau panen,” terangnya.

Juga tambah Maria, ada lahan Sorgum di desa Birawan kecamatan Ilebura, Ratulodong dan Mulen di kecamatan Tanjung Bunga, Pajinian di Adonara Barat, desa Oyan Baran dan Baniona di kecamatan Wotan Ulumado, desa Blolo kecamatan Witihama serta desa Nobo kecamatan Ile Boleng.

“Kalau untuk Flores Timur kami di kelompok-kelompok mandiri memiliki luas lahan sekitar 200 hektare yang kita kembangkan sendiri. Sementara dari kementerian Pertanian RI tahun 2017 dikembangkan sebanyak 450 hektare,” tuturnya.

Maria Loretha
Maria Loretha petani yang membudidayakan berbagai jenis Sorgum dan menjadi rujukan penanaman Sorgum dengan berbagai varietas lokal yang dimiliki.Foto : Ebed de Rosary

Memang luas lahan Sorgum tahun 2017 lebih luas karena ada gagal panen dimana saat itu curah hujan berkurang sehingga semua petani beralih ke tanaman Sorgum. Sementara tahun 2018 ini hujan bagus sehingga panen jagung dan padi ladang berhasil.

“Kita mulai penanaman Sorgum sebagai kebun contoh di Kawalelo tahun 2014. Saat ini juga ada 9 peneliti dari Kementerian Pertanian RI yang sedang melakukan penelitian dimana ada 5 varietas Sorgum di Flores Timur yang akan diangkat menjadi varietas nasional,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Flores Timur, Antonius Wukak Sogen mengatakan, pengembangan tanaman Sorgum di Flotim memang dilakukan pada lahan-lahan tandus dan selama ini sering dijadikan lahan tidur.

“Pemerintah kabupaten Flotim siap mendukung pengembangan Sorgum ini dalam skala besar yang nantinya akan diintegrasikan dengan peternakan sapi. Perlu ada bantuan mesin perontok dan mesin sosoh,” sebutnya.

Lahan-lahan tandus di Flotim yang tidak ditanami jambu mente lanjut Anton sapaannya sebaiknya ditanami dengan Sorgum sebab sejak jaman dahulu masyarakat Flotim sudah terbiasa menanam Sorgum yang dinamakan Watablolong.

Baca Juga
Lihat juga...