27 Guru di Flotim Terbitkan Buku ‘Revolusi Mental ala Guru’

Editor: Koko Triarko

470

LARANTUKA – Asosiasi Guru Penulis Nasional (Agupena) Flores Timur (Flotim) melahirkan sebuah buku berjudul ‘Revolusi Mental Ala Guru’, yang merupakan karya dari 27 orang guru sebagai sebuah sumbangan konkrit bagi bangkitnya semangat literasi di Bumi Lamaholot, Flores Timur.

“Lahirnya buku ini sebagai sebuah kebangkitan guru Flores Timur untuk menciptakan iklim ilmiah dan juga sebagai bentuk konkrit mendukung gerakan literasi di Flotim,” sebut Maksimus Masan Kian, Kamis (8/3/2018).

Ketua Agupena Flotim ini menegaskan, lahirnya buku yang ditulis oleh guru-guru Flotim yang tergabung dalam wadah ‘Agupena Flotim’, memberi tanda bahwa guru yang menghasilkan karya buku, layak menyandang predikat sebagai guru yang profesional dan patut dihargai.

“Buku ini, sekaligus sebagai pemantik semangat untuk menghasilkan karya karya berikutnya. Ini juga sebagai pertanda, bahwa gerakan literasi di kalangan guru harus dikibarkan, termasuk memberi sumbangan karya tulis untuk menambah perbendaharaan karya ilimiah,” tuturnya.

Buku ‘Revolusi Mental Ala Guru’ ini, katanya, ditulis oleh 27 guru yang tergabung dalam Agupena Flotim dengan 34 esai pendidikan. Buku ini diterbitkan oleh penerbit Carol Maumere dengan ISBN: 978-979-1407-72-4.

Di hadapan sekitar 300 guru se-daratan Flores dan Lembata, Bupati Flotim Antonius Gege Hadjon, saat peluncuran buku ini, Sabtu (3/3), menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ‘Agupena Flotim’ yang telah mengambil peran membantu pemerintah, khususnya dalam menciptakan iklim ilmiah di kabupaten Flores Timur.

“Terima kasih Agupena Flores Timur, yang terus memberi diri dalam karya pelayanan membangun budaya literasi di Flotim. Saya selalu ikuti aktivitas teman-teman Agupena Flotim di media sosial,” sebutnya.

Bupati Flotim juga mengapresiasi setiap kegiatan positif yang dilakukan Agupena Flotim. Pemerintah tentu siap memberi dukungan untuk setiap karya yang bermanfaat untuk daerah dan bisa mengangkat nama daerah ke pentas nasional lewat karya tulis.

“Saya suka guru kampung yang memiliki semangat membara dan terus berkreasi menghasilkan karya-karya inovatif. Salah satunya menulis buku,” kata Anton, sapaannya.

Baca Juga
Lihat juga...