banner lebaran

305 Warga Minahasa Idap HIV

260
Ilustrasi -Dok: CDN

TONDANO – Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, merilis, hingga 2017 ada sekitar 305 warga mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS).

“Dari data yang ada sekitar 305 warga Minahasa mengidap HIV/AIDS, dari total penderita terdiri dari 73 orang HIV dan 232 AIDS. Bahkan, penderita yang pertama kali terdeteksi pada 1997, silam,” ungkap Pengelola Program HIV/AIDS Dinas Kesehatan Minahasa, Meity Wetik, di Tondano, Kamis (22/3/2018).

Meity mengatakan, warga yang terdeteksi penyakit HIV/AIDS sejak 1997 itu ketika Minahasa belum dimekarkan seperti sekarang ini. Warga itu pun diketahui positif saat di Rumah Sakit Bethesda Tomohon, sehingga menjadi lokasi pendirian Voluntary Counselling and Testing (VCT) atau tempat konseling dan tes.

“Jadi, waktu Minahasa masih utuh dan belum terbagi seperti sekarang ini, maka ditemukanlah warga tersebut sebagai penderita pertama penyakit ini. Pada waktu itu pun langsung dibentuk tempat konseling dan tes HIV/AIDS,” tuturnya.

Ia mengatakan, untuk jumlah yang terdeteksi hingga saat ini berdasarkan laporan dari Dinkes Provinsi Sulawesi Utara. Kemudian dari data itu diambil oleh masing-masing daerah untuk jadi pegangan.

“Data dari Dinkes Provinsi Sulawesi Utara yang menjadi pegangan kami ketika ada yang ingin meminta atau mengetahui informasi penderita,” katanya.

Memang, kata dia, sampai saat ini Kabupaten Minahasa belum memiliki klinik VCT untuk melakukan tes penyakit HIV/AIDS. “Kekurangan kami adalah belum punya alat pendeteksi penyakit tersebut ataupun belum punya klinik VCT,” ujarnya.

Meski kekurangan alat pendeteksi, kata dia, tahun  ini pihaknya akan membuka layanan pemeriksaan di seluruh Puskesmas. Pemeriksaan akan dilakukan secara komprehensif, serta tidak dipungut biaya.

“Sasaran utama pemeriksaan, yakni para ibu hamil berdasarkan surat edaran dari Menteri Kesehatan,” katanya.

Ia mengatakan, penyakit tersebut bisa menular melalui darah maupun cairan, masa penularan berlangsung pada kisaran 10 hingga 15 tahun. “Penyakit bisa tertular melalui darah dan cairan. Tanda-tanda seseorang yang mengidap HIV/AIDS di antaranya seperti turunnya imun tubuh, serta mudah sekali terserang penyakit,” tuturnya.

Ia mengimbau, agar masyarakat Minahasa tidak perlu segan-segan memeriksaan diri jika merasa ada tanda-tanda tersebut. “Jangan malu memeriksakan diri, jika memang ada keluhan seperti tanda-tanda yang dimaksud supaya segera berkonsultasi dengan tenaga medis/dokter,” katanya.

Ia juga meminta, agar masyarakat lebih menjaga pola hidup terlebih dalam pergaulan, sehingga dijauhkan dari penyakit tersebut.

“HIV/AIDS merupakan penyakit mematikan, maka dari itu jaga pola hidup dan pergaulan, jangan sampai terjangkit karena ulah diri sendiri,” ungkapnya. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.