31 Rumah di Lampung Selatan Tergenang Banjir

Editor: Koko Triarko

362

LAMPUNG — Debit air Sungai Way Sekampung mengalami kenaikan dan penurunan signifikan sepanjang tiga hari terakhir, mengakibatkan 31 rumah warga di dua dusun di Desa Bandaragung, Lampung Selatan dikepung banjir.

Warga Dusun Umbul, Khaerun (40), mengatakan, dua hari sebelumnya air hanya sebatas mata kaki, namun sejak Rabu (7/3) malam dan Kamis (8/3) siang air berangsur meninggi, meski belum memasuki rumah. Air menggenangi halaman dan akses jalan milik warga di Dusun Bunut dan Umbul Besar.

Menurut Khaerun, kondisi genangan air bisa berpotensi naik menyesuaikan siklus pasang surut air laut di dekat muara Sungai Way Sekampung. Saat air surut di muara dan laut, air Sungai Way Sekampung akan cepat surut dengan catatan hujan tidak turun di wilayah hulu sungai.

Sementara, air akan semakin meninggi saat hujan di wilayah hulu bersamaan dengan kondisi air pasang laut, sehingga air naik ke perkampungan warga, bahkan bisa mencapai area tambak udang warga.

“Kami waswas saat hujan turun dan kondisi pasang, karena tidak ada saluran pembuangan lain, sementara sebagian warga terdampak luapan Sungai Way Sekampung tinggal di luar tanggul penangkis, sehingga rentan terendam banjir luapan sungai,” terang Khaerun, Kamis (8/3/2018).

Khaerun juga menyebut, seperti pada tahun sebelumnya banjir kerap terjadi saat musim penghujan di hulu sungai ditambah luapan Sungai Way Pisang dan anak sungai lain di wilayah kabupaten Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Pesawaran. Meski air menggenang di areal perumahan warga, namun warga memilih bertahan menjaga barang-barang yang ada di rumah masing masing. Warga sebagian melakukan ronda malam untuk mengantisipasi banjir susulan yang masih berpotensi terjadi.

Camat Sragi,Bibit Purwanto (ketiga dari kiri) meninjau lokasi banjir bersama Babinsa Koramil 03/Palas, Kapolsek Sragi, Iptu Henur Muhamad. [Foto: Henk Widi]
Salah satu pemilik tambak di wilayah bantaran Sungai Way Sekampung, Hasan, juga mengaku waswas saat banjir melanda wilayah tersebut. Pemilik lahan tambak udang vaname itu mengaku ketar-ketir jika luapan banjir melanda area tambak tradisional yang ditanggul hanya menggunakan tanah dan berpotensi limpas.

Ia bahkan mulai menyiapkan waring di sekeliling tambaknya, untuk mengantisipasi udang vaname  yang dipelihara keluar dari area tambak. “Pada bagian bantaran Sungai Way Sekampung atau di luar tanggul penangkis, memang selalu waswas saat terjadi banjir disertai pasang air laut,” beber Hasan.

Selain mempergunakan waring untuk mengantisipasi udang keluar dari tambak, Hasan juga menyiapkan mesin pompa untuk mengurangi genangan air. Pada musim banjir, petambak udang khawatir mengalami kerugian akibat gagal panen dan harus mengeluarkan biaya ekstra untuk pempompaan air.

Camat Kecamatan Sragi, Bibit Purwanto, yang meninjau lokasi banjir bersama Kapolsek Sragi, Iptu Henur Muhammad, menyebut total warga terdampak banjir luapan Sungai Way Pisang di Dusun Bunut dan Umbul Besar sebanyak 31 rumah. Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lampung Selatan pihaknya sudah melakukan langkah mengimbau warga agar berhati hati saat kondisi banjir semakin meninggi.

“Saat ini, kami imbau kepada warga agar selalu waspada, meski air belum memasuki rumah dan hanya menggenang di pemukiman warga,” terang Bibit Purwanto.

Bersama dengan aparat Dusun Bunut dan Umbul Besar, Bibit Purwanto juga mengimbau kepada warga untuk mengaktifkan kegiatan Siskamling untuk melakukan ronda malam.

Ronda malam dilakukan sekaligus untuk memantau perkembangan ketinggian air sekaligus menghindari kejadian yang tak diinginkan, khususnya risiko kehilangan barang.

Meski genangan air belum memasuki rumah, namun genangan banjir mengakibatkan akses jalan sempat tergenang dan menyulitkan kendaraan melintas.

Berdasarkan data, 31 rumah yang terimbas luapan banjir bisa bertambah atau berkurang menyesuaikan kondisi luapan air Sungai Way Sekampung. Saat kondisi hujan di wilayah Lampung Selatan masih berlangsung dan kondisi air pasang luapan Sungai Way Sekampung, bisa menggenangi puluhan rumah di wilayah Bantaran Sungai Way Sekampung.

Sementara itu, tergenangnya ruas jalan penghubung di Dusun Umbul Besar dan Bunut membuat aktivitas warga, dan siswa terganggu. Sebagian siswa sekolah harus melewati tanggul penangkis dan sebagian terpaksa menerjang jalan yang tergenang air dengan melepas sepatu.

Meski tanggul penangkis masih bisa dilalui, sebagian berlumpur dan menyulitkan warga melintas akibat jalan yang becek.

Baca Juga
Lihat juga...