39.000 Pemilih di Kediri tak Penuhi Syarat

319
Ilustrasi -Dok: CDN

KEDIRI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan ada lebih dari 39 ribu warga yang dinilai tidak memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.

“Itu tidak hanya warga yang belum punya KTP elektronik, tapi saat pencocokan dan penelitian (coklit) belum bisa bertemu bersangkutan untuk memastikan apakah yang bersangkutan punya KTP elektronik atau belum. Namun, sebagian karena mereka menjadi TNI/Polri sekarang ini,” kata Ketua KPU Kota Kediri, Agus Rofik, di Kediri, Jumat (16/3/2018).

KPU, kata dia, telah melakukan proses rekapitulasi hasil coklit yang telah dilakukan oleh petugas. Selain ada lebih dari 39 ribu warga yang masuk kriteria tidak memenuhi syarat, juga ditemukan ada pemilih baru hingga lebih dari 16 ribu.

Sesuai dengan data yang dikirimkan dari pusat, jumlah pemilih di Kota Kediri adalah 224.291 orang, namun setelah melalui tahapan coklit jumlah pemilih itu berkurang drastis hingga menjadi 201.465 orang. Jumlah itu sekaligus ditetapkan menjadi daftar pemilih sementara (DPS).

“Tim telah membersihkan dari yang tidak memenuhi syarat, sehingga angkanya lumayan. Ada pemilih baru sekitar 16 ribu dan jumlah yang baru ini ditetapkan jadi DPS,” kata dia.

Untuk selanjutnya, dari hasil veriifkasi sementara itu, akan disebarkan ke masyarakat untuk mendapatkan tanggapan. Dengan itu, baik masyarakat maupun tim kampanye pasangan calon bisa ikut melakukan pemantauan jumlah pemilih di kota itu. Mereka yang merasa namanya belum terdaftar juga bisa langsung konfirmasi ke petugas.

“Ini akan dilakukan pencermatan. Jika ada warga yang belum masuk, bisa dilakukan perbaikan sampai penetapan DPT (daftar pemilih tetap) yang akan kami lakukan antara 13-19 April 2018,” kata dia.

Sementara itu, disinggung terkait dengan pelaporan akun media sosial untuk kampanye, Gus Rofik, sapaan akrabnya, menyebut dari tiga pasangan calon yang terdaftar, masih satu pasangan yang sudah melapor. Untuk dua lainnya hingga kini belum melapor.

Namun, Gus Rofik mengungkapkan, laporan itu sifatnya anjuran, guna memastikan akun yang digunakan untuk kampanye pasangan calon. Jika terdaftar, tentunya bisa dipantau apakah akun bisa dimanfaatkan untuk hal yang positif atau justru untuk kampanye negatif.

Pilkada Kota Kediri diikuti tiga pasangan calon, yakni Aizzudin-Sujono Teguh Widjaya, petahana Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah, serta mantan wali Kota Kediri Samsul Ashar dengan pasanganya Teguh Juniadi. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...