640 Rumah Tangga di Balikpapan Masuk Data Susenas

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

257
Kepala Badan Pusat Statistik Balikpapan, Nur Wahid - Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Pada bulan Maret 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilaksanakan secara serentak di sejumlah daerah. Di kota Balikpapan sendiri, data sample yang akan disurvei sebanyak 640 Rumah Tangga yang dinilai mewakili kota sesuai dengan jumlah penduduk dan metodologi yang digunakan.

Survei Sosial Ekonomi Nasional menjadi sandaran utama untuk memenuhi kebutuhan pemerintah dalam mengimplementasikan pembangunan nasional agar sejalan dengan tujuan pembangunan internasional atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs).

“Pada bulan Februari BPS melakukan updating untuk sample wilayah pada kegiatan survei sosial ekonomi nasional yang pendataannya dilaksanakan Maret 2018. Jumlah samplenya 640 rumah tangga, ya mudah-mudahan tercacah semua karena apabila ada rumah tangga yang tidak dapat dicacah berkurang dari itu tidak ada penggantian sample,” terang Kepala Badan Pusat Statistik Balikpapan, Nur Wahid, Selasa (6/3/2018).

Pelaksanaan survei sosial ekonomi nasional ini akan diintegrasikan dengan kegiatan riset kesehatan dasar yang dilaksanakan secara periodik selama lima tahun sekali oleh Kementerian Kesehatan.

“Jadi mereka akan mengunjungi ulang daftar sample rumah tangga yang dicacah dalam susenas untuk dilakukan riset tentang kondisi kesehatan mereka pada bulan april nanti. Sehingga setelah pada kami kunjungi bulan Maret nanti selanjutnya bulan April petugas dari kesehatan yang akan mengunjunginya pada sample yang sama,” paparnya.

Menurutnya, 640 sample yang diambil tersebut sudah mewakili kondisi kota balikpapan yang tersebar di enam Kecamatan.

“Sample yang diambil itu sudah mewakili untuk kota Balikpapan, akan tapi tidak bisa menggambarkan masing-masing kecamatan karena masing-masing kecamatan punya skala berbeda jadi agregatnya mewakili kota Balikpapan,” pungkas Nur Wahid.

Adapun beberapa hal yang akan disurvei pada rumah tangga nanti adalah kondisi sosial ekonomi, yaitu bagaimana pendidikan, kesehatan, aktivitas mereka selama satu minggu dan pengeluaran konsumsi rumah tangga.

Nur Wahid mengatakan survei dilakukan hingga akhir Maret dan hasilnya akan direlease pada akhir tahun 2018.

Output-nya yang paling ditunggu adalah angka kemiskinan. Pelaksanaan di lapangan sampai akhir Maret tetapi akhir tahun hasilnya baru direlease oleh pemerintah pusat,” tutupnya.

Baca Juga
Lihat juga...