Aceh Utara Dorong Petani Remajakan Tanaman Kelapa

291
Kebun kelapa, ilustrasi -Dok: CDN

LHOKSEUMAWE – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, mendorong petani untuk meremajakan tanaman kelapanya yang umumnya sudah tua, sehingga tidak produktif lagi.

Kasi Perlindungan Tanaman dan Pengembangan Lahan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPPKH) Kabupaten Aceh Utara, Muslim, mengatakan, permintaan kelapa terus meningkat, sehingga petani perlu meremajakan tanamannya.

Ia menilai, umumnya masyarakat sudah sangat jarang membudidayakan tananam kelapa jenis kelapa dalam. “Sekarang tidak ada lagi budi daya kelapa dalam yang dilakukan secara luas di Aceh Utara, hanya ditanami beberapa batang saja di pekarangan rumah atau tanah kosong sebagai tanaman pelengkap. Tidak seperti dulu yang dilakukan secara luas dan menjadi kebun,” jelasnya.

Dikatakan, tanaman kelapa dalam yang ada sekarang merupakan sisa tanaman yang pernah ditanami dulu dan umumnya sudah berusia tua, dengan kisaran usia rata-rata 30 tahun.

Sementara itu, mengenai penyebab minimnya usaha budi daya kelapa dalam seperti sebelumnya, ia berasumsi, lebih disebabkan berubahnya orentasi perkebunan terhadap komoditi yang dianggap lebih menguntungkan, seperti kelapa sawit.

Berdasarkan data statistik, luas areal tanaman kelapa dalam di Kabupaten Aceh Utara 15 ribu hektare. Sedangkan persebarannya lebih banyak berada di wilayah pesisir.

Sementara itu, menurut petugas informasi pasar Dinas Perkebunan dan Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPPKH), Ida Ramadhani, menyebutkan, harga kelapa dalam sangat variatif tergantung jenisnya.

Untuk jenis kopra Rp5.000/Kg, jika dijual perbuah sudah dikupas Rp4.000/butir dan jika dijual dengan kondisi belum dikupas harganya sekitar Rp800/Kg. (Ant)

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.