Agro Techno Park UB Kembangkan Pertanian Organik

Editor: Koko Triarko

501

MALANG — Sejak berdiri pada 2015, Agro Techno Park (ATP) Universitas Brawijaya (UB) terus memproduksi aneka sayuran organik. Tidak hanya memproduksi, ATP juga memberikan pelayanan berupa pelatihan pertanian organik, budi daya buah hingga pelatihan penggemukan hewan ternak kepada masyarakat luas.

Direktur Agro Techno Park UB, Prof. Sumeru Ashari M. Agr. Sc. Ph.D., menceritakan, bahwasannya lahan yang digunakan ATP merupakan lahan hibah dari Departemen Pertanahan pada sekitar 1980, yang berlokasi di dua tempat, yakni di dataran tinggi Cangar dan dataran rendah Jatikerto.

“Luasan lahan di Cangar ada sekitar 15 hektare, sedangkan di daerah Jatikerto kurang lebih 18 hektare,” jelasnya.

Menurut Sumeru, di kedua lahan tersebut saat ini sudah ditanami berbagai jenis sayur dan buah yang ditanam secara organik, tanpa menggunakan bahan kimia. Selain itu, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, jenis sayuran dan buah yang ditanam juga disesuaikan dengan ketinggian lokasi penanaman.

“Di kebun Cangar kita tanam wortel, kentang, brokoli, kubis, bit, terung belanda, stroberi, jeruk dan jeruk lemon. Sedangkan di kebun Jatikerto ada pepaya, sawo, durian, cincau, belimbing, kelengkeng, jeruk, kacang panjang, terung, cabe dan semuanya menggunakan sistem pertanian organik,” akunya.

Untuk kebun Jatikerto, selain budi daya sayuran organik, juga terdapat peternakan Sapi Madura, Sapi Limosin, Kambing, Rusa, Ayam dan burung.

Lebih lanjut, Sumeru mengatakan, hasil panen sayuran organik ATP saat ini juga sudah dipasarkan di berbagai tempat sehingga sayuran sehat tersebut bisa dinikmati oleh masyarakat umum.

Dikatakan Sumeru, setiap hari Senin dan Kamis ada mobil ATP yang datang ke masing-masing kebun untuk mengangkut hasil panen yang kemudian di distribusikan ke beberapa tempat untuk dipasarkan.

“Hasil panen sayuran organik ATP didistribusikan ke agen-agen yang berada di daerah Batu, Karangploso, Singosari dan terakhir ke Depo Agropreneur Universitas Brawijaya. Setiap hari Rabu kami juga mengadakan bazar produk, tandasnya.

Sementara itu, sebagai tanggung jawab ilmiah kepada masyarakat, Universitas Brawijaya khususnya Fakultas Pertanian UB juga telah memproduksi benih-benih unggul yang akan segera diluncurkan.

“Jadi, kami akan segera me-launching benih unggul bayam, tomat, kubis, cabai, terong, kacang dan benih unggul yang lainnya,” ungkapanya.

Tidak sampai di situ, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, ATP UB juga kerap memberikan pelatihan-pelatihan kepada para petani maupun masyarakat umum mengenai pertanian organik, pembibitan, budidaya buah, hingga pelatihan penggemukan hewan ternak.

“Ke depan, selain sebagai tempat budi daya pertanian organik dan penelitian, ATP UB juga akan dijadikan sebagai tempat wisata edukasi, bumi perkemahan, dan wisata keluarga,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...