banner lebaran

Agupena Flotim dan BSM Kenalkan Sastra pada Siswa

Editor: Koko Triarko

214

LARANTUKA – Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) cabang Flores Timur (Flotim), menggandeng Bengkel Seni Milenial (BSM) SMK Sura Dewa Larantuka, untuk memperkenalkan sastra kepada anak-anak Komunitas Baca Pelangi Agupena Flotim dan pengurus OSIS SMP, SMA dan SMK se-kota Larantuka dan sekitarnya.

“Kita ingin, agar anak-anak juga bisa diajari berkesenian, teristimewa soal sastra, sehingga kami akan buatkan kegiatan rutin bersama BSM. Ini penting, agar anak-anak bisa terasah kemampuannya serta bisa tumbuh kreativitas dan keberanian untuk beraktivitas di dunia sastra,” ungkap ketua Agupena Flores Timur, Maksimus Masan Kian, Senin (12/3/2018).

Zaeni Boli, pendiri Bengkel Seni Milenial (BSM) SMK Sura Dewa Larantuka. -Foto: Ebed de Rosary

Maksi, sapaannya, menyampaikan, anak-anak saat diadakan kegiatan tersebut di Sekretariat Agupena Flotim, Sabtu (10/3/2018), sangat antusias dan beramai-ramai datang ke lokasi kegiatan, karena ingin belajar  hal-hal yang baru.

“Khusus tentang dunia sastra, mereka  yang berpengalaman di dunia sastra, membagikan pengalaman yang mereka miliki. Dengan kegiatan ini, kami berharap ini menjadi modal bagi anak-anak dalam mengembangkan kreasi seni di bidang sastra, pada masa yang akan datang,” tuturnya.

Anak-anak juga secara bergantian diberikan kesempatan membacakan puisi. Kemudian mereka akan menyaksikan teatrikal puisi dan pantomim yang dibawakan anak-anak BSM SMK Sura Dewa Larantuka.

Zaeni Boli, Pendiri BSM merasa gembira bisa tampil bersama anak-anak binaannya di Sekretariat Agupena Flotim, sebab hal ini sudah lama diimpikan untuk bisa tampil di depan anak-anak.

“Kita memang tidak perlu gedung yang mewah, peralatan dan fasilitas yang lengkap. Di mana saja, kapan saja ada kesempatan mari kita tampil dan berbagi,” pesannya.

Melalui teater, lanjut Zaeni, kita mampu menyuarakan suara-suara yang tidak mampu bersuara. Ke depan, dirinya mengharapkan dukungan dari Agupena Flotim dalam karya-karya mereka berikutnya. “Terima kasih untuk ruang yang BSM dapatkan dan tentu ini adalah bagian dari proses belajar”, katanya.

Setidaknya, 50 anak usia SD, pengurus OSIS SMP dan SMA mendapat pengenalan seputar sastra saat kegiatan dilaksanakan, di antaranya mengenal tokoh-tokoh sastrawan Indonesia, mengapresiasi karya puisi, membaca puisi, mendongeng dan melatih anak menyampaikan pendapat di depan umum.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.