Ajarkan Siswa Berhemat, SDN 1 Klaten Ajak Menabung

Editor: Satmoko

389

LAMPUNG – Upaya siswa untuk mengajarkan siswa berhemat dalam penggunaan uang di kehidupan sehari-hari dilakukan oleh SDN 1 Klaten dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk menabung.

Menurut Tentrem (53), selaku guru pengelola tabungan siswa kegiatan menabung sudah dilakukan sejak beberapa tahun silam. Sejak siswa duduk di kelas 1 bahkan para siswa sudah diberikan buku tabungan siswa untuk kegiatan menabung tersebut.

Saat ini, Tentrem menyebut, ada sebanyak siswa yang menabung dari kelas 1 hingga kelas 6. Sebagai cara untuk menghemat bagi para siswa setiap hari dengan kemampuan masing-masing diberi keleluasaan untuk menabung.

Besaran uang untuk menabung disebutnya mulai dari Rp1000 hingga Rp10.000 per siswa. Uang tabungan berasal dari uang jajan yang disisihkan sebagian sudah dipersiapkan oleh orang tua dari rumah untuk ditabung.

“Kita sudah berikan sosialisasi kepada para orang tua dan siswa pentingnya menabung untuk kebutuhan mendadak keperluan membeli peralatan sekolah dan berbagai keperluan lain,” terang Tentrem selaku pengelola tabungan siswa SDN 1 Klaten Kecamatan Penengahan sekaligus guru kelas 1 saat ditemui Cendana News, Kamis (1/3/2018)

Saat ini, menurut Tentrem, dari total 110 siswa, ada sekitar 80 siswa yang menabung dari kelas 1 hingga kelas 4, aktif menabung. Sementara untuk kelas 5 dan kelas 6 siswa yang menabung sudah tidak aktif meski sejumlah siswa masih memiliki saldo. Saldo tabungan akan diambil pada saat kelulusan sehingga ketika lulus siswa juga akan mendapatkan uang tabungan.

Tentrem menyebut, selain menabung di sekolah kegiatan menabung juga tetap dianjurkan di rumah serta di bank. Ia menyebut, sejumlah bank bahkan memberikan penawaran khusus untuk kemudahan menabung bagi anak-anak. Ia menyebut kegiatan menabung sangat membantu karena bisa diambil sewaktu-waktu saat siswa membutuhkan untuk keperluan mendesak.

Tentrem, pengelola tabungan siswa SDN 1 Klaten melakukan pencatatan tabungan siswa [Foto: Henk Widi]
Saat ini, berdasarkan catatan rata-rata per siswa memiliki saldo menabung berjumlah sekitar Rp200.000 hingga Rp1 juta. Bahkan sejumlah murid yang mendapatkan uang dari Program Indonesia Pintar (PIP) dengan nilai Rp450.000 dititipkan ke pihak pengelola tabungan siswa. Kesadaran siswa untuk menabung sebagian ada yang diambil sewaktu-waktu dan sebagian diambil saat lulus.

Selain buku tabungan yang dipegang oleh siswa, Tentrem menyebut, buku catatan juga dipegang oleh guru. Selama ini ia mengaku, sebagian siswa akan mengambil uang sewaktu-waktu saat membutuhkan dengan prosedur memberitahu sebelumnya. Uang yang diambil harus sepengetahuan orang tua dan peruntukan yang jelas agar uang tabungan dipergunakan untuk tujuan positif.

Proses menabung juga melibatkan kesadaran orang tua dalam memberikan uang saku sekaligus untuk menabung. Pada akhir siswa belajar di sekolah, sebagian para siswa mengalihkan tabungan dari menabung di sekolah ke tabungan di bank dibantu oleh orang tua.

“Selain menganjurkan menabung di sekolah kami juga anjurkan siswa untuk menabung di bank konvensional dibantu oleh orangtua untuk persiapan jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ujar Tentrem.

Tyas (28), salah satu guru kelas 5 menyebut, meski sudah tidak banyak siswa yang aktif menabung, namun kegiatan menabung masih banyak dilakukan siswa. Selain menabung di kelas para siswa banyak mempergunakan fasilitas tabungan plastik dan kaleng yang banyak disediakan di setiap warung.

“Saat ini sebagian siswa penerima program Kartu Indonesia Pintar juga bisa menggunakan rekening menjadi sarana untuk menabung,” beber Tyas.

Ia menyebut, pentingnya menabung sejak dini merupakan upaya mengajarkan siswa untuk mempergunakan uang dengan bijak. Meski menyisihkan uang jajan dari orangtua sedikit demi sedikit kegiatan menabung memiliki manfaat yang sangat besar untuk melatih kedisiplinan. Kedisiplinan sejak dini tersebut diharapkan akan menjadi bekal untuk siswa saat menempuh jenjang pendidikan lebih tinggi.

Suasana ruang guru SDN 1 Klaten Kecamatan Penengahan Lampung Selatan [Foto: Henk Widi]
Baca Juga
Lihat juga...