banner lebaran

Aksi Ngalam Petengan, Kurangi Pemanasan Global

Editor: Satmoko

250

MALANG – Gerakan Switch Off atau mematikan lampu selama satu jam kembali dilakukan pada peringatan Earth Hour se-dunia. Gerakan yang pertama kali digagas World Wide Fund for Nature (WWF) tersebut diadakan rutin pada Sabtu terakhir bulan Maret setiap tahunnya.

Di Malang, gerakan mematikan lampu ini sendiri lebih dikenal dengan sebutan aksi Ngalam Petengan atau alam gelap.

“Setidaknya ada 23 titik di wilayah Malang yang akan melakukan aksi Ngalam Petengan dengan mematikan lampu mulai pukul 20.30-21.30 WIB,” jelas Koordinator Aksi sekaligus anggota Komunitas Earth Hour (EH) Malang, Calista Amalia, Sabtu (24/3/2018).

Titik tersebut di antaranya Pendopo Kabupaten Malang, Balaikota, Tugu Malang, Tugu Melati, Patung Kendedes, Patung Perjuangan,  Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya serta beberapa hotel dan kafe.

Koordinator Aksi, Calista Amalia. Foto: Agus Nurchaliq

Menurut Calista, tujuan diadakannya aksi Ngalam Petengan adalah memberikan imbauan kepada masyarakat betapa pentingnya menghemat energi dan listrik untuk mengurangi pemanasan global demi menyelamatkan bumi. Tujuan tersebut juga sesuai dengan tema global Earth Hour 2018 ‘Connect 2 Earth’ yakni untuk membangun relasi dengan masyarakat sekitar agar mau lebih peduli dengan bumi.

“Sedangkan dari EH sendiri tahun ini mengusung konsep Welcome To The Jungle, yang fokus pada hutan. Konsep tersebut sengaja diusung karena selama ini berbagai produk yang dihasilkan dari pohon tidak diimbangi dengan pemulihan fungsi hutan sehingga menyebabkan ketidakseimbangan lingkungan,” ungkapnya.

Calista pun berharap semoga aksi tersebut tidak hanya seremonial saja. Tetapi juga dijadikan sebagai awal untuk aksi selanjutnya sehingga banyak warga yang sadar betapa penting menghemat energi.

Selain melakukan pemadaman lampu selama satu jam, menurut Calista, aksi ini juga diikuti dengan rangkaian kegiatan lomba mewarnai, games, eco fair, konsultasi kesehatan gratis dan melihat bintang dengan teleskop.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.