Ambapers Targetkan Pertumbuhan Bisnis Jasa Alur Barito Hingga 5 Persen

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

275

BANJARMASIN — PT Ambang Barito Nusa Persada (Ambapers) anak perusahaan BUMD Pemprov Kalimantan Selatan PT Bangun Banua yang bergerak di bidang pengerukan dan pengelolaan alur Ambang Sungai Barito Banjarmasin menargetkan pertumbuhan bisnis jasa alur tersebut di tahun 2018 dapat mencapai 5 persen.

Menurut Direktur Operasional PT Ambapers, Nugroho Dwi Priyohadi, pihaknya optimis target pertumbuhan bisnis tersebut bisa dicapai dengan berkaca pada realisasi di tahun 2017 lalu.

“Tahun 2017 lalu realisasi total produksi batu bara yang lalu lalang di alur barito tembus hingga 96 juta ton, jauh lebih tinggi dibanding tahun 2016 lalu yang hanya mencapai 94 juta ton,” jelasnya, Kamis (1/3/2018).

Dengan jumlah realisasi total produksi tersebut, PT Ambapers di tahun 2017 lalu bisa bertumbuh sekitar 4,86 persen. Adapun dengan jumlah segitu pihaknya setidaknya bisa menyumbang pendapatan ke Pemerintah Pronvinsi (Pemprov) Kalsel mencapai Rp 23,8 Miliar, jauh lebih tinggi dari realisasi tahun 2016 lalu yang hanya mencapai Rp 22,6 Miliar.

“Kalau bisa bertumbuh sekitar 5 persen sesuai yang ditargetkan, kemungkinan kita bisa menyumbang ke Pemprov Kalsel hingga mencapai Rp 25-26 Miliar di tahun 2018 ini,” tambahnya.

Untuk resolusi peningkatan pendapatan PT Ambapers di tahun 2018 ini, pihaknya mengaku masih berupaya melakukan berbagai terobosan, salah satunya mengusulkan penyesuaian tarif chanell fee yang ditarik dari tongkang batu bara yang melintas di alur barito dengan cara merivisi peraturan daerah.

Namun memang rencana tersebut tidak akan mudah terealisasi, karena harus dilakukan kajian mendalam terlebih dahulu bersama steakholders terkait dan mendapatkan persetujuan dari Pemprov serta DPRD Kalsel.

“Namun jika itu bisa diwujudkan, tentunya akan sangat berdampak positif pada peningkatan laba PT Ambapers. Selain itu kita juga mudah melakukan berbagai pengembagan usaha lainnya,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...