Anakan Pohon di Taman Kota Maumere Kerap Dicuri

Editor: Irvan Syafari

482
Yosef Animus, Kepala Seksi Pertamanan dan Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sikka-Foto : Ebed de Rosary.

MAUMERE –– Kebiasaan oknum masyarakat di Kota Maumere, Kabupaten Sikka merusak lampu taman dan mencabut berbagai pepohonan yang ditanam Bidang Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sikka masih sering terjadi, sehingga merusak keindahan taman.

“Banyak tanaman pepohonan yang kami tanam di taman di bagian tengah jalan sering dicabut oknum masyarakat usai kami tanam. Petugas kami sudah berulangkali mengganti kembali tanaman yang diambil atau dicabut masyarakat,” sebut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ir Yunida Pollo, Jumat (21/3/2018).

Dikatakan Yunida,kejadiaannya hampir sering terjadi dan dicurigai pohon yang ditanam tersebut diambil untuk ditanam di rumah warga. Biasanya anakan pepohonan yang dicuri masih kecil dengan tinggi sekitar 30 sampai 40 sentimeter dan lebih banyak pohon Pucuk Merah.

“Pohon yang dicuri tersebut kami tanam lagi dengan jenis yang sama dan beberapa minggu kemudian kembali dicuri. Kami minta masyarakat untuk bersama-sama menjaga keindahan taman dengan tidak mencuri pepohonan dan bunga yang ditanam serta merusak lampu hias,” pesannya.

DLH Sikka lanjut Yunida, selalu mendapat permintaan bibit pepohonan dari pihak sekolah, kampus dan juga gereja guna menghijaukan pekarangan mereka. Namun semua bantuan bibit pohon diberikan dengan catatan harus dirawat sehingga tidak mati setelah ditanam.

“Kalau tidak ada jaminan dirawat maka kami tidak akan memebrikan bibit pepohonan yang diminta apalagi saat ini sudah memasuki musim kemarau. Hujan pun sudah jarang sehingga tanaman harus selalu disiram sehingga kami prioritaskan tanam di sepanjang jalan dan taman di Kota Maumere dan mengganti yang hilang dicuri warga,” tegasnya.

Kepala Seksi Pertamanan dan Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sikka Yosef Animus menambahkan, pihaknya selalu menanam anakan bunga dan pepohonan di berbagai taman seperti di Jalan Lingkar luar Maumere serta taman kota, selamat datang, Teka Iku, Jalan Mawar, El Tari dan Adi Sucipto.

“Untuk jalan lingkar luar, kami menanam 60 pohon ekor tupai, 45 pohon pinang putri dan 10 pohon tabebuya. Paling banyak di Bandara Frans Seda di mana kami tanam 100 pohon tunjung, 150 glodok, 30 palem putri, 100 ekor tupai, serta masing-masing 30 pohon tabebuya dan flamboyant,” terangnya.

Untuk taman di Jalan Adi Sucipto menuju bandara lanjut Nimus sapaannya, pihaknya menanam 7 pohon Tabebuya dan 4 pohon palem putri. Sementara pohon pucuk merah yang ditanam sebanyak 28 pohon  10 pohon di antaranya dicuri sehingga diganti kembali.

“Kami juga melakukan penanaman di halaman sekolah seperti di SMK Pelayaran Yapenrais sebanyak 100 pohon tanjung dan 50 pohon glodok serta SMK Budi Luhur pohon tunjung 100 pohon dan glodok 50 pohon. Untuk SDI Kota Uneng hanya pohon tunjung 100 pohon, sementara SMP PGRI dan SMA PGRI masing-masing 25 pohon dan 50 pohon tunjung,” bebernya.

Penanaman pepohonan yang dilakukan petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sikka untuk menggantikan pohon yang mati dan hilang diambil masyarakat-Foto: Ebed de Rosary.

Fokus penanaman pohon sebut Nimus selain taman juga di sekolah-sekolah yang memiliki halaman luas dan belum banyak ditanami pepohonan. Untuk itu DLH Sikka hanya menyediakan bibit pepohonan dan pihak sekolah yang menanam dan merawatnya.

Baca Juga
Lihat juga...