Andalkan Produk Lokal, Tawangsari Bidik Menjadi Desa Mandiri

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

388

SOLO — Ada sebuah desa di Boyolali, Solo, Jawa Tengah, yang saat ini ekonominya mulai bergeliat secara mandiri. Desa ini mencoba mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat sebagai tumpuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangga dengan ekonomi kreatif.

Salah satu desa ini adalah Desa Tawangsari, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Solo. Sejak beberapa waktu terakhir, warga Tawangsari mulai menukuni berbagai usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Mulai dari makanan olahan maupun kerajinan. Bahkan salah satu makanan olahan telah dilirik dan akan dipasarkan ke luar negeri.

Ketua Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Melati Desa Tawangsari, Sumiyati menjelaskan, saat ini sudah ada puluhan produk lokal Tawangsari yang siap dipasarkan. Berbagai produk lokal ini seperti karak susu, karak beras non borax dan stik buah naga.

“Ada sekitar 30 produk lokal yang siap dipasarkan. Ada beberapa yang sudah mulai dipasarkan, bahkan ada yang tertarik untuk di pasarkan ke luar negeri,” kata Sumiyati kepada awak media, Selasa (27/3/2018).

Produk olahan yang dilirik akan dipasarkan ke negeri cina itu adalah karak beras non borak. Ketertarikan terhadap produk olahan warga Tawangsari ini bermula dari warga negeri tirai bambu itu berkunjung dan mencicipi produk olahan tersebut.

Tertarik dengan rasa dan kemasan, tamu tersebut berencana memasarkan makanan khas tersebut ke negara.

“Awal bulan ini ada tamu dari Cina yang berkunjung. Setelah melihat-lihat dan mencicipi karak beras non borak, dia tertarik dan katanya akan dipasarkan ke negerinya,” jelas Sumiati.

Lebih lanjut dikatakan, olahan karak beras non borak menjadi salah satu produk unggulan Desa Tawangsari. Bahkan untuk bisa memasarkan hingga pasar luar negeri, pihaknya telah membuat berbagai varian rasa.

Produk olahan ini dibuat dari beras pilihan, yakni beras organik, buah naga, dan susu sapi murni.

“Ada 20 varian rasa karak beras non borak ini. Selain karak, kami juga membuat ceriping pisang dan stik buah naga,” imbuhnya.

Kepala Desa Tawangsari Yayuk Supriyanti memperlihatkan produk olahan lokal kepada perwakilan Pertamina Boyolali
Kepala Desa Tawangsari Yayuk Supriyanti memperlihatkan produk olahan lokal kepada perwakilan Pertamina Boyolali. Foto: Harun Alrosid

Dalam mengembangkan UMKM warga Tawangsari ini, UPPKS Melati turut dibantu oleh Pemerintah Desa setempat, dan sejumlah bantuan dari berbagai pihak. Berbagai produk lokal inipun menjadi produk unggulan dan dikelola melalui BUMDes.

“Seluruh produk UMKM mulai dari karak beras non borak, hasil kerajinan dan olahan makanan lainya dipasarkan lewat BUMDes. Desa turut membantu menjembatani untuk UMKM ini bisa lebih maju lagi, sekaligus membantu mendatangkan bantuan,” tambah Kepala Desa Tawangsari Yayuk Supriyanti.

Selama ini, Desa Tawangsari sudah mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Mulai dari BUMN hingga berbagai lembaga lainnya. Bantuan inipun yang menjadi kail bagi warga untuk bisa berkarya memanfaatkan waktu longgar untuk membuat produk UMKM.

“Kita manfaatkan CSR dari Pertamina TBBM Boyolali. Bantuan berupa dana, peralatan dan pelatihan. Bantuan dari pihak lain juga kami terima untuk pemberdayaan masyarakat agar menjadi desa mandiri,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...