Angin Kencang Robohkan Rumah di Magetan

MAGETAN – Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan sebuah rumah di Dusun Ngapon, Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur roboh, Jumat (30/3/2018).

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan Fery Yoga Saputra menuturkan,Jumat (30/3/2018) sebagian wilayah Kabupaten Magetan hujan disertai angin kencang. “Hujan deras disertai angin kencang di wilayah Magetan bagian timur disertai angin kencang terjadi mulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB. Mengakibatkan rumah milik pak Sarno roboh,” ujar Fery.

Mengutip keterangan Camat Takeran Boimin, Fery menyebutkan bagian rumah yang roboh meliputi dapur dan kamar mandi. Dari pengecekan yang dilakukan, diperkirakan kerugian akibat kejadian tersebut mencapai Rp10 juta. Direncanakan BPBD Magetan Sabtu (31/3/2018) pagi akan melakukan pendataan dan kerja bakti membersihkan rumah yang roboh.

BPBD disebutnya, berkoordinasi dengan dinas terkait dalam penanganan kejadian tersebut. BPBD akan memberikan sejumlah bantuan kepada keluarga terdampak berupa berupa terpal, perlengkapan kesehatan, selimut, tikar, perlengkapan sandang, dan tambahan gizi.

Sementara itu, hujan deras disertai angin kencang juga melanda Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kejadian tersebut berlangsung beberapa jam pada Jumat (30/3/2018). Akibat hujan dan angin kencang mengakibatkan banjir dan beberapa pohon tumbang.

Banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Kota Palu akibat dari luapan air drainase yang kebanyakan telah tersumbat berbagai jenis sampah. Di kawasan Pasar Tradisional Masomba, air mengalir bagaikan sungai pada badan jalan dengan membawa berbagai jenis sampah.

Begitu halnya di Jalan Karajelembah, air dari saluran mengalir hingga ke badan jalan menyebabkan arus lalu lintas kendaraan harus berjalan pelan karena banjir membawa material sampah.”Hujannya cukup lebat dan anginpun kencang sehingga beberapa pohon tumbang,” kata Jony, seorang warga di Kecamatan Palu Selatan.

Selain di Kota Palu, hujan lebat dan angin kencang juga melanda Kabupaten Sigi yang berbatasan langsung dengan Kota Palu. Di daerah ini juga banyak pohon roboh.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulteng, Bartholomeus Tandigala mengingatkanmasyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan berdasarkan informasi dari BMKG di sejumlah wilayah Sulteng dalam beberapa hari ke depan meningkat. Kota Palu dan Kabupaten Sigi termasuk daerah rawan banjir dan juga tanah longsor.

Di Palu sendiri ada satu sungai besar dan beberapa anak sungai. Anak-anak sungai itu bermuara di Sungai Palu yang selama ini rawan banjir kiriman. Bartholomeus mengingatkan warga di bantaran sungai perlu waspada saat hujan lebat, karena banjir sewaktu-waktu bisa terjadi.(Ant)

Lihat juga...