banner lebaran

Anies akan Tindak Tegas Pelanggaran Penggunaan Air Tanah

Editor: Koko Triarko

243

JAKARTA – Gubernur DKI, Anies Baswedan, bersama tim pengawasan terpadu sumur resapan, instalasi pengolahan limbah dan air tanah akan melakukan penindakan terhadap gedung-gedung dan bangunan yang diduga melanggar penggunaan air tanah dan pengolahan limbah. 

Penindakan ini juga akan dilakukan pada gedung-gedung pemerintahan, termasuk Balai Kota DKI Jakarta. “Kami akan meminta salah satu tim periksa fasilitas kami di gedung Balai Kota. Jangan sampai meminta semuanya untuk penertiban, tapi kami sendiri tidak melakukan penertiban, kami juga harus,” ucap Anies, di Hotel Sari Pan Pasific, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menegaskan, akan melakukan pemeriksaan sampai ke gedung Istana Negara Republik Indonesia. Namun, dirinya akan memfokuskan tahapannya di Sudirman-MH Thamrin.

“Iya, Istana Negara kita akan sampaikan, tapi fase ini kan tahapannya Sudirman-MH Thamrin dulu. Semua yang ada di Jakarta akan diperiksa semuanya di Jakarta, apa pun,” tuturnya.

Selain itu, dia menerapkan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tim pengawasan tersebut nantinya akan membuat berita acara untuk mengetahui jenis pelanggaran dan sanksi yang akan diberikan.

“Macam-macam tergantung kesalahannya, administratif atau perundang-undangan. Itu berbeda implikasinya. Kan ada UU lingkungan hidup juga harus diikuti, selain peraturan daerah. Setelah selesai berita acara baru kita tahu jenis-jenis pelanggarannya, baru kita tahu sanksinya,” paparnya.

Dia pun mengimbau kepada pemilik gedung-gedung tinggi untuk memenuhi prinsip sustainable development. 

“Sekali lagi saya minta semua pengguna perhatikan gedung-gedung Anda. Bila merasa belum sesuai prinsip sustainable development, tegur pemiliknya sebelum ditegur Pemprov DKI,” tegasnya.

Anies meminta kepada masyarakat untuk menegur pemilik gedung bila instalasi pengelolaan air tidak baik. Menurutnya, sidak kali ini mengurangi rusaknya lingkungan hidup di wilayah Jakarta. Karena, dia tidak ingin Jakarta menjadi sorotan dunia yang dinilainya buruk tentang pengelolaan air.

Dengan sidak ini, dia menargetkan Jakarta akan menjadi kota yang bersahabat pada lingkungan. Dia berharap, jika semua diikuti maka kerusakan lingkungan akan hilang.

“Target kita Jakarta jadi kota bersahabat pada lingkungan. Maka, pengrusakan lingkungan akan hilang, kan langkah kita menghentikan pengrusakan. Tidak ada sumur resapan saja sudah fatal,” tutupnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.