Anies Pastikan Kesiapan Kontraktor Penataan Jalan Sudirman-Thamrin

Editor: Koko Triarko

280

JAKARTA —- Gubernur DKI, Anies Baswedan, menanyakan kesiapan pihak kontraktor dalam mengerjakan penataan jalan dan trotoar di jalan Jenderal Sudirman-MH. Thamrin, Jakarta Pusat.

Anies mempertanyakan satu persatu kesiapan ketiga kontraktor yang mengerjakan penataan jalan dan trotoar, yakni PT. MRT, PT. Kepland Investama dan PT. Mitra Panca Persada.

Dia pun mempertanyakan kesanggupan ketiga kontraktor itu dalam pengerjaan penataan jalan. “Sanggup, ya? Sanggup, harus sanggup, tidak ada pilihan lain, karena nama baik Republik (Indonesia) dipertaruhkan di sini,” ucap Anies, saat memberikan arahan pada Sosialisasi Penataan Jalan dan Trotoar koridor jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin, di ruang Balai Agung, Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2018).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu meminta kepada pihak kontraktor untuk total dalam melakukan pekerjaan. Menurutnya, harus ada pengawasan supaya tidak ada kontruksi yang rubuh.

“Jadi, buat semua yang bekerja, kerjanya harus all out. Kalau pun dikerjakan sampai dini hari, diawasi dengan baik jangan sampai dini hari tidak diawasi. Nanti ada rubuh-rubuh nantinya, repot kami. Pastikan semuanya berjalan dengan baik,” tuturnya.

Pada penataan jalan dan trotoar di kawasan Jalan Sudirman-MH. Thamrin untuk digunakan saat Asian Games 2018 berlangsung, Anies berharap pengerjaan tersebut dalam penataan bisa rampung sebelum perhelatan Asian Games Agustus 2018 mendatang.

“Tempat ini adalah tempat pusat kegiatan Asian Games, we’d get it done sebelum Asian Games,” ungkapnya.

Sebelumnya, pemerintah Provinsi (Pemprov) akan melakukan pentaan ulang jalan dan trotoar di Patung Pemuda Membangun, Simpang Susun Semanggi, Patung Selamat Datang (Bundarah Hotel Indonesia) dan Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Penataan ini akan meliputi lajur TransJakarta kemudian lajur mobil atau kendaraan roda empat, lajur motor dan bus regule atau bus wisata, trotorar dan kelengkapannya, penghijauan berupa pohon-pohon peneduh dan taman.

Diberitakan beberapa rentetan pengerjaan proyek pada awal 2018 yang mengalami kecelakaan pembangunan proyek kembali terjadi seperti di Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), yang berada di dekat gardu tol Kebon Nanas Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, pada Selasa (20/2/2018) pukul 03.00 WIB.

Setelah itu, Rabu 22 Januari 2018, insiden kecelakaan di proyek strategis nasional kembali terjadi. Kali ini, beton grinder untuk proyek light rapid transit (LRT) di Jalan Kayu Raya, Pulo Gadung, Jakarta Timur, roboh. Kecelakaan ini mengakibatkan lima pekerja proyek terluka.

Proyek LRT ini dikerjakan PT Jakarta Propertindo Tbk (Jakpro) dan pengerjaan konstruksi lintasan LRT diserahkan kepada PT Wijaya Karya Tbk. Jakpro belum merilis berapa kerugian akibat kecelakaan di proyek milik Pemprov DKI ini.

Kemudian pada Minggu, 4 Februari 2018, crane pengangkut beton proyek double-double track (DDT) di Jalan Matraman Raya, Jakarta Pusat, roboh. Kecelakaan ini bahkan menyebabkan empat pekerja proyek tewas sementara sejumlah pekerja lain mengalami luka.

Proyek ini milik Kementerian Perhubungan dan masuk dalam PSN Presiden Jokowi dan dikerjakan PT Hutama Karya, PT Adhi Karya Tbk, dan PT Wijaya Karya Tbk. Sementara untuk proyek kereta apinya digarap PT Len Industri yang bekerja sama dengan Mitsubshi Heavy Indonesia dan Sumitomo Corporation.

Dua pekan setelah insiden di jalur kereta Bandara Soetta, tepatnya Selasa (20/2/2018), kecelakaan terjadi di proyek Tol Bekasi, Cawang, Kampung Melayu. Proyek yang digarap PT Waskita Karya ini merupakan satu dari 47 jalan tol yang masuk proyek strategis nasional yang dicanangkan Jokowi. Akibat insiden ini, tujuh pekerja dirawat di rumah sakit lantaran mengalami kondisi kritis.

Baca Juga
Lihat juga...