banner lebaran

Anies Resmikan Kawasan TOD Dukuh Atas

Editor: Irvan Syafari

218

JAKARTA —- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meresmikan Pembangunan Kawasan Berorientasi Transit atau Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas. Pembangunan itu guna meningkatkan transportasi massal berkualitas di Ibu Kota. Dalam pembangunan ini Pemprov DKI berkerjasama dengan PT MRT Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, TOD Dukuh Atas dari PT MRT Jakarta nanti bukan sekadar membangun infrastruktur, melainkan juga sebagai instrumen penumbuh budaya baru warga Jakarta, serta sebagai ruang interaksi warga dengan latar belakang sosial, ekonomi, identitas yang berbeda.

“MRT bukan hanya alat transportasi tapi harus bisa jadi instrumen menumbuhkan kebiasaan baru di Jakarta dan Indonesia, yakni tepat waktu, di mana kita belajar kedisiplinan,” ucap Anies di lahan bekas Pasar Blora, Jakarta Pusat, Kamis (29/3/2018).

Kemudian menurut Anies, pembangunan TOD harus bisa mempertanggungjawaban sebuah pembangunan, yaitu mampu mengelola manusia dan juga perilakunya. Oleh karena itu, dapat menumbuhkan perilaku disiplin dinilai akan turut membawa perubahan bagi Ibu Kota.

“Jadi, yang akan muncul nanti adalah budaya, karena sesuatu yang dijalankan terus menerus karena budaya tepat waktu,” katanya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan. pembangunan TOD Dukuh Atas harus memiliki peran yang penting lantaran sebagai pertemuan penduduk dari berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya (Bodetabek), terlebih pada saat jam sibuk, dengan pergerakan orang sebanyak 47,5 juta jiwa per harinya.

“Hari ini yang kita luncurkan adalah tempat di mana pertemuan antar penduduk Jakarta dan sekitarnya akan terjadi, di mana jumlahnya besar sekali, maka dari itu jumlah besar ini harus dikelola,” paparnya.

Menurut Anies mendorong kenyamanan mobilitas masyarakat tidak berhenti pada penyediaan moda transportasi semata. Hal itu membutuhkan konsep pembangunan terpadu yang dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, terutama penataan kawasan, arus penumpang, integrasi antar moda, hingga bangunan dan ruang publik yang tertata dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.

“TOD harus bisa menyambungkan antar moda, kedua harus bisa jadi tempat warga berinteraksi dan muncul kebahagiaan, sehingga desain bukan sekedar keindahan, tapi menentukan perilaku,” tambah Gubernur Anies.

Maka dari itu, Pemprov DKI Jakarta dan PT MRT Jakarta juga mengundang seluruh pihak untuk bersama mendesain konsep TOD Dukuh Atas agar nantinya sesuai dengan kebutuhan zaman dengan melibatkan unsur lokal khas Indonesia, khususnya Jakarta.

Dalam menata dan mengelola pengembangan kawasan berorientasi transit Dukuh Atas, prinsip yang akan digunakan di antaranya:

1. Pengembangan kawasan: di dekat stasiun (bersisian langsung dengan stasiun MRT akan diarahkan untuk pengembangan kepadatan tinggi), investasi yang memicu revitalisasi kawasan, dan mengoordinasi potensi pengembangan jangka panjang;
2. Konektivitas kawasan: pejalan kaki (akses dan sirkulasi yang intuitif dan langsung), kendaraan bermotor (akses antar-jemput), dan transit (mengoordinasi perencanaan dan perancangan infrastruktur transit);
3. Ruang publik kawasan: plaza (area terbuka), taman dan streetscape, dengan prinsip seperti perbaikan trotoar, area penyeberangan pejalan kaki, akses penyandang disabilitas, peneduh, serta manajemen air hujan.

Pada peresmian tersebut turut mendampingi Anies, Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah, Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi, Dirut MRT William Sabandar, dan Kepala Dinas Bina Marga Yusmada Faizal.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.