Anies Sosialisasikan Penataan Jalan Sudirman-MH Thamrin

Editor: Koko Triarko

314

JAKARTA – Gubernur DKI, Anies Baswedan, menyosialisasikan penataan jalan dan trotoar di Jalan Sudirman sampai Jalan MH. Thamrin di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2018).

Penataan tersebut untuk mewujudkan jalur pedestrian yang lebih ramah bagi para pejalan kaki. Ada pun area penataan jalan dan trotoar, yakni Patung Pemuda Membangun, Simpang Susun Semanggi, Patung Selamat Datang (Bundaran Hotel Indonesia), Patung Kuda Arjuna Wiwaha.

Anies mengaku terlibat langsung dalam proses penataan ulang kawasan Sudirman-Thamrin. Dia menginginkan kawasan Sudirman-Thamrin menjadi cermin, bahwa Jakarta milik semua masyarakat, bukan milik sebagian orang.

“Rancangan awal yang saya lihat, saya minta bongkar itu kami ubah. Bukan hanya sekedar sentuhan. Kenapa? Karena kami ingin Sudirman dan Thamrin menjadi cermin Jakarta milik semua, bukan sebagian orang,” ucap Anies, saat sambutan Sosialisasi Penataan Jalan dan Trotoar Koridor Jalan Jenderal Sudirman-MH. Thamrin di ruang Balai Agung, Selasa (6/3/2018).

Dia mengaku tidak senang dengan rancangan awal yang tidak memiliki ruang untuk pengguna kendaraan roda dua. Menurutnya, rancangan tersebut bukan mencerminkan Jakarta. Dia menuturkan Jakarta milik semua.

“Saya terus terang tidak terima rancangan awal. Tidak ada ruangan untuk motor, di mana letak motor tidak ada di rancangan awal. This is not Jakarta. Jakarta itu milik semua, ada yang masih dengan motor dan ada yang sudah dengan mobil mewah,” ujarnya.

Selain itu, dia mengungkapkan pada penataan jalan dan trotoar Jalan Sudirman-MH. Thamrin tersebut memiliki tiga tujuan utama, yakni penataan harus mencerminkan kesetaraan. Kedua, harus mencerminkan Jakarta merupakan ruang ekspresi dan budaya, karena kawasan Sudirman-Thamrin merupakan koridor utama di Jakarta.

“Saya harus ingatkan, budaya bukan sebagai penghidupan, tapi budaya sebagai kehidupan, gagasan itu kemudian diterjemahkan. Kenapa baru sekarang sosialisasi? Karena kami sosialisasi sesudah matang, bukan barang setengah matang dikeluarkan matangkan dulu siapkan sampai tuntas,” tandasnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menginginkan kawasan tersebut menjadi ruang interaksi antarwarga.

“Kami ingin kawasan ini menjadi kawasan, di mana ruang interaksi antarwarga itu muncul. Disebut kota ada manusia dan ada manusia interaksi. Kota mati gedungnya banyak. Tapi, penduduk tidak ada. Jadi, yang buat Thamrin hidup bukan karena gedung pencakar langit, tetapi orang yang interaksi di wilayah itu. Karena itu, penataan ruang ini betul-betul sebuah rencana membangun interaksi,” jelasnya.

Sedangkan tujuan ketiga, yakni penataan kawasan tersebut harus menjadi lahan edukasi bagi masyarakat. “Saya pastikan ada lubang-lubang di mana anak-anak kita melihat akan ada seperti kaca transparan. Sehingga orang bisa lihat tempat ini bukan hanya lalu lalang bukan, tempat ekspresi budaya, melainkan edukasi serta memastikan airnya lancar. Pasalnya, di bawah itu banyak sekali saluran, saluran pipa, pembuangan air, air bersih dan kabel,” ungkapnya.

Dia menginginkan Jakarta benar-benar menjadi cerminan Jakarta kini dan Jakarta ke depan. “Kami ingin penataan Jakarta ini benar-benar jadi cerminan Jakarta ke depan,” katanya.

Penataan meliputi lajur busway, lajur mobil atau kendaraan roda empat, lajur motor dan bus reguler atau bus wisata, trotoar dan kelengkapannya, penghijauan berupa pohon-pohon peneduh dan taman.

Pembiayaan penataan trotoar berasal dari kompensasi pelampauan kelebihan lantai bangunan (KLB) PT MRT, PT. Kepland Investama, dan PT Mitra Panca Persada. Untuk pembagian pengerjaannya adalah sebagai berikut:

PT MRT Jakarta mengerjakan penataan trotoar di enam stasiun, ± 200 meter di setiap area stasiun.

PT Kepland Investama mengerjakan penataan trotoar segmen Patung Kuda sampai dengan Kali Krukut

PT Mitra Panca Persada mengerjakan penataan trotoar segmen Kali Krukut sampai dengan Patung Pemuda dan segmen Kartika Candra hingga Jakarta Convention Center.

Tak hanya itu, desain penataan trotoar Jalan Jenderal Sudirman – MH. Thamrin nantinya dilengkapi dengan walk of fame atlet-atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama Indonesia, dengan segala kisahnya.

Nantinya, atlet-atlet akan berinteraksi dengan warga yang berlalu lalang di trotoar pada waktu atau iven tertentu. Pemerintah Provinsi DKI akan mengatur waktu interaksi tersebut.

 

Foto sebelum dan sesudah penataan Jalan dan trotoar di area Sudirman-MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2018). –Foto: Lina Firtria

 

Gubernur DKI, Anies Baswedan memberi sambutan Sosialisasi Penataan Jalan dan Trotoar Koridor Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin di ruang Balai Agung, Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (6/3/2018). –Foto: Lina Fitria

 

Baca Juga
Lihat juga...