Anies Tekankan Pembangunan Jakarta Barat Sesuai Kebutuhan

Editor: Koko Triarko

212

JAKARTA – Gubernur DKI, Anies Baswedan, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Administrasi Jakarta Barat Tahun 2018.

“Hari ini Musrebang mengenai pembangunan di Jakarta Barat dimulai. Saya tegaskan kepada semua yang hadir supaya merumuskan item-item untuk pembangunan Jakarta sesuai kebutuhan dan perhatikan kebutuhan-kebutuhan sampai di level keluarga,” kata Anies, dalam sambutannya di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kembangan, Jakarta Barat, Kamis (22/3/2018).

Dia menuturkan, seluruh program yang menjadi prioritas di Jakarta Barat harus dekat dengan kebutuhan masyarakat. “Jangan hanya bahas jauh dari keseharian warga, tapi yang dekat dengan kebutuhan warga. Saya ingin warga Jakarta Barat bisa bersyukur, bahwa programnya membuat warganya baik,” ucapnya.

Selain itu, dia menilai banyak program prioritas yang harus diperhatikan di wilayah Jakarta Barat. Misalnya, mengenai air dan kesejahteraan warga.  “Kebutuhan air bersih adalah salah satu kebutuhan paling mendasar. Tadi saya sampaikan kalau kita tinggal di pedesaan, alhamdulilah. Karena, lahannya luas, bisa mengambil air dari mana saja. Air juga bisa dialirkan ke mana saja. Tapi, kalau di perkotaan mendapatkan air saja sulit,” tuturnya.

Menurutnya, dalam melakukan perencanaan pembangunan harus menggunakan asumsi mengenai keberadaan di perkotaan, bukan di perdesaan. Untuk itu, dia meminta kepada seluruh jajaran Wali Kota Jakarta Barat memikirkan betul solusi dari pengelolaan air bersih saat ini, dengan melalui pendekatan yang sesuai kondisi Kota Jakarta Barat.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut juga menyoroti mengenai angka kematian pada ibu saat melakukan persalinan yang cukup tinggi di Jakarta Barat. Menurutnya, ujung masalah kematian saat persalinan ini kembali ke kesejahteraan.

“Tadi, saya sampaikan, misalnya ibu yang meninggal di fase persalinan di Jakarta Barat ini salah satu yang paling tinggi dibandingkan kota-kota lain di DKI. Ini jadikan angka sebagai rujukan, bukan statistiknya, tapi turunan dari itu,” paparnya.

Ketika bicara ibu melahirkan saat persalinan, kata Anies, konsekuensinya ada masalah kesejahteraan. Artinya, kemudahan lapangan pekerjaan, ada masalah akses pada fasilitas kesehatan, beban rumah tangga. Ada banyak sekali faktor yang melingkupi satu masalah seperti beban di rumah tangga. “Jadi, banyak sekali faktor yang melingkupi satu masalah,” sambungnya.

Anies berharap, pada pembangunan ini tidak hanya sebatas infrastruktur. Pasalnya, pada Musrenbang tadi dia banyak membahas program yang dekat dengan keseharian warga. Dia pun berharap, Musrenbang ini harus konkret.

“Saya minta dalam program ini konkret. Konkret itu bukan berarti harus fisik, sebagian justru harus nonfisik, bisa diukur, jelas, bukan uangnya yang diukur, tapi juga hasilnya bisa diukur. Dan, saya sampaikan terima kasih kepada warga yang sudah terlibat musyawarah ini, dan juga aparat pemerintah yang secara serius mengakomodasi, mendiskusikan masukan-masukan dari warga di Musrenbang ini,” tutupnya.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.