AS Kirim Enam Pesawat Pengintai Nirawak ke Filipina

275
Ilustrasi Bendera Filipina - Foto: Dokumentasi CDN

MANILA – Amerika Serikat (AS) menyerahkan enam pesawat pengintai nirawak kepada sekutunya, Filipina, Selasa (13/3/2018). Pesawat nirawak tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dalam mengatasi peningkatan ancaman pegaris keras dan menanggapi bencana alam.

Enam pesawat nirawak Boeing Insitu ScanEagle itu, memiliki dua kamera. Sekali terbang pesawat tersebut memiliki daya jelajah hingga 24 jam. Bantuan yang dberikan didanai hibah 13,7 juta US Dolar dari bantuan militer asing Washington. Penyerahan itu mengikuti pemberian dua pesawat pengintai bermesin tunggal yang dilakukan tahun lalu.

Filipina berencana menempatkan pesawat nirawak itu untuk mengawasi kelompok pegaris keras dan perompak. Termasuk untuk kebutuhan memantau akibat bencana, seperti, topan, longsor, dan gempa.

“ScanEagle antara lain untuk mencanggihkan tentara guna mencegah yang ingin berperang melawan negara kita. Kerja sama ini juga menandakan niat baik, persahabatan mendalam dan tekad tulus Filipina dan Amerika Serikat untuk perdamaian,” kata Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana dalam upacara di pangkalan angkatan udara di Manila, yang dihadiri duta besar Amerika Serikat.

Amerika Serikat adalah mitra terpenting tentara Filipina, dengan perjanjian persekutuan puluhan tahun dan sejumlah perjanjian lain. Dari ikatan yang dibangun, memungkinkan penempatan bergilir pasukan Amerika Serikat serta pelatihan gabungan tahunan.

Tapi, hubungan itu diuji kebencian Presiden Rodrigo Duterte terhadap Amerika Serikat. Meski demikian, tentara Amerika Serikat memberikan dukungan teknis dan pengintaian penting dalam membantu Filipina mengakhiri lima bulan pendudukan kota Marawi oleh pemberontak pada tahun lalu. (Ant)

Lihat juga...

Isi komentar yuk