ASDP Bakauheni Dukung Polda Lampung Perketat Pengawasan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG —Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, mendukung langkah kepolisian daerah setempat yang akan membuat lokasi khusus untuk pemeriksaan kendaraan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa.

Dukungan tersebut diberikan dengan memberikan lahan seluas 8 x 8 meter di pintu masuk pelabuhan Bakauheni. Lokasi tersebut akan mempermudah pengawasan kendaraan yang akan membeli tiket kendaraan.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Suntana dan Direktur Utama PT. ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi, siap melakukan kerja sama terkait pengamanan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. [Foto: Henk Widi]
Ira Puspadewi, menuturkan, lokasi yang ada saat ini berupa tempat pemeriksaan Seaport Interdiction oleh Satnarkoba Polres Lamsel berada persis di pintu keluar akses Jalan Tol Trans Sumatera. Pemberian lokasi tersebut akan membantu kepolisian dalam melakukan tugas untuk mememeriksa kendaraan yang dicurigai membawa narkotika.

“Kerja sama dan dukungan yang kami berikan kepada Polda Lampung berupa fasilitas untuk lokasi pemeriksaan yang lebih representatif bagi anggota Satnarkoba Polres Lamsel,” terang Ira Puspadewi, saat memberikan keterangan di pelabuhan Bakauheni Lampung, Jumat (23/3/2018).

Keberadaan pos pengamanan di area pelabuhan Bakauheni tersebut, diakuinya tidak akan menganggu pelayanan publik yang dilakukan oleh PT ASDP Indonesia Ferry dalam melayani pengguna jasa penyeberangan. Pemindahan area seaport pelabuhan Bakauheni yang berada di dekat akses keluar JTTS tersebut diharapkan bisa memperlancar lalu lintas kendaraan.

Kapolda Lampung, Inspektur Jenderal Polisi, Suntana, mengapresiasi dukungan dari PT ASDP Indonesia Ferry yang memberikan lahan untuk area Seaport Interdiction. Area tersebut diakuinya akan menjadi lokasi yang lebih representatif untuk para anggota Satnarkoba Polres Lamsel melakukan pemeriksaan kendaraan dari Sumatera menuju Jawa.

“Selama ini, pelabuhan Bakauheni merupakan jalur vital untuk masuk dari Pulau Jawa dan sebaliknya ke Pulau Sumatera, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih ketat,” terang Irjen Pol Suntana.

Irjen Pol. Suntana juga mengatakan, akan melakukan penambahan alat modern pendukung pemeriksaan narkoba dan barang berbahaya. Khusus untuk pemeriksaan narkoba, koordinasi akan dilakukan dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), menambah alat yang canggih.

Peralatan closed circuit television (CCTV) untuk memantau pergerakan kendaraan juga akan dipasang untuk mengawasi kendaraan yang dicurigai membawa narkotika.

Selain dukungan alat untuk Polres Lamsel dalam pemeriksaan narkoba, tambahan anjing pelacak dari polisi satwa juga akan diberikan. Anjing pelacak dengan penciuman tajam sebanyak 8 ekor akan didatangkan dari pusat untuk membantu tugas Satnarkoba Polres Lamsel.

Selama ini, ujar Irjen Pol Suntana, pemeriksaan penyelundupan narkotika di Seaport Interdiction dilakukan secara manual.

Setelah sukses menggagalkan penyelundupan 10 kilogram narkotika jenis sabu, Irjen Pol Suntana mengaku akan berkoordinasi dengan pihak lembaga pemasyarakatan. Hal tersebut menyusul adanya keterkaitan jaringan narkotika yang dikendalikan dari Lapas Cipinang.

Selain berkoordinasi dengan Lapas Cipinang sejumlah lapas di Lampung diakuinya akan dilakukan operasi gabungan untuk pemeriksaan narkotika yang terindikasi dikendalikan dari Lapas.

Lihat juga...