ASDP Mulai Benahi Fasilitas Pelabuhan Bakauheni Jelang Lebaran

Editor: Koko Triarko

177

LAMPUNG — Menjelang hHari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah, PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni melakukan perbaikan sejumlah fasilitas. Selain penyediaan fasilitas jalur khusus untuk pengurusan kendaraan truk dan bus, juga perbaikan fasilitas moveble bridge (MB), jembatan petugas kapal, dan jembatan penghubung area dermaga dan area parkir.

Humas PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Syaifullail Maslul, saat dikonfirmasi menyebut, perbaikan dilakukan selama dua bulan sejak 19 Maret hingga 18 Mei mendatang. Selama proses perbaikan dan perawatan fasilitas tersebut, operasional Dermaga V sementara dihentikan.

Humas PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Balauheni, Syaifullail Maslul [Foto: Henk Widi]
Selain perbaikan MB, perbaikan mooring dolphin (dolphin penambat), fender (penahan benturan kapal), trestle (jembatan pengubung) yang sebagian rusak terus dilakukan pada bagian yang retak. Sejumlah pekerja disebut Saiful telah melakukan pembongkaran fasilitas dermaga untuk penggantian perlengkapan baru.

“Sejumlah pekerja sedang melakukan pembongkaran fasilitas di dermaga lima, agar bisa selesai sebelum masa angkutan lebaran Idul Fitri pada bulan Juni, sehingga dikerjakan sejak Maret ini,” terang Syaifullail Maslul, Jumat (23/3/2018).

Kerusakan sejumlah fasilitas di dermaga lima, kata Syaiful, di antaranya akibat faktor usia dan kondisi cuaca, seperti gelombang tinggi yang berimbas pada fender, mooring dolphin mengalami kerusakan akibat benturan kapal. Besi pada jembatan yang terimbas korosi air laut, bahkan sudah harus diganti agar tidak membahayakan pengguna jasa pelayaran yang akan menggunakan dermaga lima tersebut.

Perbaikan fasilitas dermaga lima yang berada di pintu keluar menuju ke Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), kata Syaiful, tidak mempengaruhi pelayanan penyeberangan. Sejumlah dermaga di pelabuhan Bakauheni masih beroperasi seperti biasa, di antaranya dermaga 1,2,3,6 dan dermaga 7. Ia juga menyebut, dengan pengoperasian hanya lima dermaga dari biasanya sebanyak enam dermaga, tidak akan mengganggu arus penyeberangan.

Sebanyak 29 hingga 33 kapal roll on roll off (Roro) diakuinya masih akan tetap dioperasikan melayani pelayaran dari pelabuhan Bakauheni menuju ke Merak dan sebaliknya.

Namun, pengerjaan perbaikan jembatan disebutnya membuat kendaraan yang akan menuju ke kapal dialihkan ke dermaga lain yang bisa dioperasikan. Perbaikan fasilitas dermaga tersebut juga telah dikoordinasikan dengan Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Bakauheni dan sejumlah perusahaan pelayaran.

“Imbasnya hanya pengurangan trip sejumlah kapal milik perusahaan pelayaran, namun secara umum pelayanan-pelayaran tetap berjalan normal,” tutur Syaiful.

Sukardi, salah satu pekerja pengerjaan jembatan penghubung mengaku proses pembongkaran trestle dilakukan akibat besi penahan sebagian sudah rusak. Sebagian besi bekisting di jembatan penghubung dermaga dan area parkir sepanjang sekitar 20 meter itu akan diperbaiki pada beberapa titik. Jembatan penghubung (catwalk) yang biasa dipergunakan untuk petugas kapal juga akan diperbaiki.

“Tahap pertama kami lakukan pembongkaran bagian beton dan besi bekisting untuk diganti besi baru setelah itu dicor dengan rigid beton,” beber Sukardi.

Pada bagian jembatan dengan lebar sekitar enam meter tersebut, diakui Sukardi rusak akibat hempasan ombak. Perbaikan dilakukan menghindari kerusakan lebih parah, terutama jembatan penghubung kerap dilalui kendaraan bertonase berat.

Khusus untuk pengerjaan MB, ia menyebut masih melakukan pembongkaran besi penyangga sembari menunggu besi penyangga baru. Proses pengerjaan selama dua bulan bisa diselesaikan, terbantu dengan kondisi cuaca yang cukup baik, sehingga tidak terganggu gelombang air laut.

Lihat juga...

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.