Atraksi di Acara Cap Go Meh Memukau Warga Padang

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

293

PADANG — Acara Cap Go Meh 2018 di Kota Padang, Sumatera Barat, mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat setempat dan bahkan dari wisatawan mancanegara.

Buktinya, ada sekira ribuan orang yang menyaksikan sejumlah atraksi pada acara cap go meh 2018 itu, yang diselenggarakan di bawah Jembatan Siti Nurbaya tepatnya di Jalan Nipah.

Atraksi yang ditampilkan di acara cap go meh 2018 ini, terdiri dari atraksi barongsai dari sejumlah marga Tionghoa. Sepasan dari tim yang pernah meraih penghargaan kelas dunia, Guinness World Records. Lalu juga ada tradisi membawa kio, dan sejumlah aksi tari naga yang turut dipertunjukkan oleh para personel Brimob.

Ketua Panitia Acara Cap Go Meh 2018 di Padang, Albert menjelaskan, acara kali ini, tidak hanya diikuti dari keturunan Tionghoa di Padang saja, tetapi juga dari berbagai daerah di luar Sumatera Barat.

Bahkan acara serupa juga dilaksanakan semua etnis tionghoa di Indonesia. Untuk acara cap go meh diharapkan dapat menjadi bagian dari agenda rutin pariwisata Pemko Padang karena memiliki banyak manfaat.

“Acara cap go meh yang dilaksanakan pada peringatan Imlek 2569 ini ada banyak atraksi dihadirkan. Di antaranya atraksi naga liong, pawai kuda api, atraksi wushu, pentas singa peking, atraksi barongsai, pawai sepasan, marching band dan arak arakan. Jika di total panjangnya mencapai 1 kilometer,” ujarnya, Jumat (2/3/2018).

Ia menyebutkan, suksesnya penyelenggaraan festival ini tak lepas dari kerjasama banyak pihak, persatuan, perkumpulan, pemerintah, swasta, agama dan ras untuk memperlihatkan jika nilai kebhinekaan sangat kuat di kota Padang.

Untuk memeriahkan acara tersebut, dilakukakan iring-iringan yang dimulai Jalan Batang Arau, Padang, tepatnya di jembatan Siti Nurbaya. Lalu terus ke Jalan Nipah – Jalan Hos Cokroaminoto – Jalan Niaga dan berakhir di jalan Kelenteng.

cap go meh
Ketua Panitia Acara Cap Go Meh 2018 di Padang, Albert/Foto: M. Noli Hendra

Acara cap go meh yang mendapat kunjungan terbanyak itu, mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit. Menurutnya, hampir segala acara yang digelar oleh keturunan Tionghoa, mendapat perhatian yang besar dari berbagai orang, sehingga mampu mendatangkan wisatawan.

Untuk itu, Nasrul mendorong dengan adanya acara tersebut dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumbar. Apalagi saat ini tercatat 2.500 orang wisatawan nusantara yang datang ke daerah ke Sumatera Barat.

Ia mengatakan, budaya merupakan kekuatan terbesar dalam perkembangan bangsa. Untuk itu dalam RPJM Provinsi Sumbar 2016-2021 pemerintah telah menyusun program yang difokuskan dalam pembangunan menjadikan masyarakat madani dan sejahtera.

“Perkembangan pariwisata telah menjadi magnet untuk kemajuan perekonomian di suatu daerah. Untuk itulah daya tarik alam dan budaya menjadi yang diprioritaskan dalam mendukung kemajuan pariwisata di Sumbar,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...