Badan Usaha Pelabuhan Jadi Target Ambapers

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

272
Direktur Operasional PT Ambapers Nugroho Dwi Priyohadi saat wawancara diruang kerjanya - Foto: Arief Rahman

BANJARMASIN — PT Ambang Barito Nusa Persada (Ambapers) terus berbenah diri agar bisa menjadi salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang strategis bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel ke depannya.

Salah satu upayanya adalah mewacanakan pengembangan bisnis tidak hanya pada pengelolaan alur barito saja, namun menjadi salah satu badan usaha yang ada di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

“Kita nanti memang arahnya ke sana, berkembang menjadi Badan Usaha Pelabuhan. Adapun bisnisnya sendiri macam-macam, baik itu kargo, perkapalan hingga penyewaan lahan untuk keperluan peti kemas,” jelas Direktur Operasional PT Ambapers Nugroho Dwi Priyohadi, Senin (5/3/2018).

Bagi Nugroho, pengembangan menjadi Badan Usaha Pelabuhan dipandang menjanjikan, mengingat pengiriman barang dari pulau Jawa ke Kalsel maupun Kalteng melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin terus meningkat tiap tahunnya.

“Ini tentu harus bisa dimanfaatkan oleh PT Ambapers untuk bisa mengembangkan bisnisnya. Karena itulah kita mulai berbenah diri dengan menyiapkan Sumber Saya Manusia yang kompeten untuk bisa mewujudkannya,” tambahnya.

Menurut Nugroho, selain persoalan SDM, memang pengembangan menjadi Badan Usaha Pelabuhan juga memiliki tantangan lainnya, khususnya terkait investasinya yang tidak sedikit.

“Karena itulah kita terus berupaya mencoba meningkatkan pendapatan pada bisnis utama terlebih dahulu, salah satunya melakukan penyesuaian fee chanel bagi kapal yang masuk ke alur barito dengan mengusulkan perubahan Perda. Dengan begitu tentunya kita bisa memperoleh laba yang besar untuk disisihkan sebagian untuk mengembangkan badan usaha pelabuhan,” terangnya.

Selama ini ditambahkan Nugroho, tiap tahunnya bagi hasil yang diberikan PT Ambapers kepada Pemprov Kalsel terus mengalami kenaikan. Bahkan di tahun 2017 lalu bagi hasil yang diberikan mencapai Rp 23,8 Miliar, jauh lebih tinggi dari realisasi tahun 2016 lalu yang hanya mencapai Rp 22,6 Miliar.

“Itu hanya dari fee chanel yang ditarik di alur barito saja. Kalau usaha kita bisa berkembang lagi kedepannya menjadi Badan Usaha Pelabuhan, tentunya bisa jauh kebih besar yang bisa diberikan pada Pemprov Kalsel,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...