Baksos Persit Kartika Chandra Kirana Digelar di 53.000 Titik

Editor: Koko Triarko

269

JAKARTA – Bakti sosial memperingati HUT ke-72 Persit Kartika Chandra Kirana dan HUT ke-54 Dharma Pertiwi, digealr serentak di seluruh Indonesia. “Bakti sosial ini serentak digelar di 53.000 titik di seluruh Indonesia, pada hari ini,” kata Ketua Umum Dharma Pertiwi, Nanny Hadi Harijanto, di Balai Komando Kopassus, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana, Sita Mulyono, menyampaikan, kegiatan ini diikuti oleh personel Persit, TNI dan Polri, serta masyarakat sekitar Jakarta.

Ada pun tujuannya merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan kemanusiaan, dengan memberikan bantuan secara nyata kepada sesama yang membutuhkan pertolongan.

Di antaranya pembagian 1000 paket sembako, pengobatan kesehatan untuk 700 orang, pemeriksaan gigi dan mulut bagi 200 orang, pemeriksaan difteri untuk 1000 orang, pemeriksaan iva test 550 orang, pemeriksaan mamografi 100 orang, donor darah 1750 orang, dan sunatan massal sebanyak 100 anak.

Sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan kepada keluarga besar TNI dilaksanakan anjangsana dan penyerahan tali asih kepada penyandang cacat, warakawuri dan veteran. Dua keluarga veteran pada bakti sosial ini mendapatkan kunci rumah sebagai wujud program bedah rumah.

Baca: Kasad: Tentara Lahir karena Rakyat

Program bedah rumah bagi veteran ini jumlahnya terbatas. Namun, akan terus dikembangkan, sehingga semua veteran akan mendapatkan giliran rumahnya diperbaiki.

Selain itu, juga digelar kegiatan ceramah tentang narkoba, seks bebas, kanker payudara, dan kanker serviks.

Ribuan anggota keluarga jajaran TNI AD, PNS serta masyarakat terlihat memadati halaman Balai Komando Kopassus. Mereka antusias mengikuti kegiatan bakti sosial ini.

Susi, warga Bekasi sengaja datang ke Balai Komando untuk memeriksakan kesehatan dirinya. “Saya keluarga TNI, dari Koramil 02 Pondok Gede. Saya batuk pilek tak sembuh-sembuh,” katanya.

Ada pun Solihin, warga Kalisari, Jakarta Timur, mengaku sebagai masyarakat yang sengaja datang untuk memeriksakan penyakit yang dideritanya. “Saya sakit asam urat, sudah lama,” ucapnya.

Solihin merasa kegiatan bakti sosial ini sangat membantu. Apalagi, dirinya sebagai individu yang tidak memiliki tunjangan kesehatan. Dia berharap, pemeriksaan kesehatan gratis ini akan terus berlanjut.

Baca Juga
Lihat juga...